KBB Tetapkan Prioritas Pembangunan 2027 Melalui Pra-Musrenbang yang Efektif

Pembangunan yang efektif dan berdasarkan kebutuhan masyarakat merupakan tantangan yang dihadapi oleh banyak pemerintah daerah. Dalam konteks ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengambil langkah signifikan dengan merumuskan prioritas pembangunan 2027 melalui Pra-Musrenbang. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis data, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pembangunan yang lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pentingnya Forum Pra-Musrenbang dalam Perencanaan Pembangunan
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menegaskan bahwa forum Pra-Musrenbang merupakan tahap krusial dalam menyelaraskan aspirasi pembangunan dari tingkat kecamatan. Upaya ini bertujuan agar usulan yang diajukan dapat sejalan dengan kebijakan daerah yang telah ditetapkan.
“Pra-Musrenbang ini ditujukan untuk merumuskan dan menyepakati prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya di Ngamprah pada Selasa, 7 April 2026. Pembahasan yang terstruktur berdasarkan lima daerah pemilihan (dapil) DPRD ini akan merujuk pada kamus usulan yang telah disesuaikan dengan tema pembangunan tahunan.
Tujuan dan Manfaat Usulan Pembangunan
Ketepatan dalam merumuskan usulan pembangunan menjadi kunci untuk memastikan program-program yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Asep Ismail menekankan pentingnya sinkronisasi usulan yang tepat sasaran, agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
- Meningkatkan efektivitas program pembangunan
- Memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
- Mendukung visi ‘AMANAH’ Kabupaten Bandung Barat
- Menjaga relevansi usulan dengan kebutuhan masyarakat
- Menjamin akuntabilitas dalam perencanaan
Peran Bappelitbangda dalam Pra-Musrenbang
Kepala Bappelitbangda KBB, R. Eriska Hendrayana, menyatakan bahwa Pra-Musrenbang merupakan bagian integral dari sistem perencanaan pembangunan yang bersifat partisipatif. Forum ini berfungsi sebagai wadah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dari tingkat desa dan kecamatan ke dalam perencanaan daerah yang lebih terarah.
“Melalui forum ini, kami dapat menciptakan sinergi antara aspirasi masyarakat dan perencanaan pembangunan yang lebih efektif,” jelasnya. Dalam konteks ini, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPED), M. Imam Yudha Wiwaha, menegaskan bahwa seluruh proses usulan berlangsung sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kepatuhan terhadap Regulasi dalam Proses Usulan
Imam Yudha Wiwaha menegaskan bahwa semua mekanisme usulan mengikuti Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Proses ini dirancang untuk memastikan transparansi, dokumentasi yang baik, dan akuntabilitas dalam perencanaan pembangunan.
“Dengan mengikuti regulasi yang ada, kami berkomitmen untuk menjalankan proses ini secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. Hal ini menjadi penting agar masyarakat merasa terlibat dan memiliki kepercayaan terhadap hasil pembangunan yang akan dilaksanakan.
Pilar Utama Pembangunan Kabupaten Bandung Barat 2027
Rencana pembangunan Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2027 akan difokuskan pada lima pilar utama. Pilar-pilar ini dirancang untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan secara merata, responsif terhadap perubahan, dan tetap menjaga kearifan lokal.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia
- Pertumbuhan ekonomi yang inklusif
- Tata kelola pemerintahan yang baik
- Peningkatan aksesibilitas wilayah
- Pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan
“Kelima pilar ini menjadi landasan penting agar pembangunan di Bandung Barat dapat berjalan sesuai harapan masyarakat,” tutup Imam Yudha. Dengan fokus pada prioritas pembangunan 2027 yang terencana dan partisipatif, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat mencapai kemajuan yang signifikan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
➡️ Baca Juga: Bupati Bogor Sarankan Pemudik Gunakan Pos PAM untuk Istirahat dengan Hati-hati
➡️ Baca Juga: Pemkab Bandung Luncurkan PSEL di Margaasih untuk Menangani Masalah Sampah




