Ikan Nila Dominasi Pasar Kabupaten Gunung Mas dengan Penjualan Benih 1.830 Ekor pada Awal 2026

Di tengah geliat sektor perikanan yang terus berkembang, ikan nila telah mencuri perhatian sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat, Eigh Manto, budidaya ikan nila menunjukkan potensi yang sangat besar dan menjadi primadona dalam pengembangan ekonomi lokal. Dengan penjualan benih mencapai 1.830 ekor pada triwulan pertama tahun 2026, ikan nila semakin mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat dalam usaha budidaya perikanan.
Prestasi Penjualan Benih Ikan Nila
Dalam periode Januari hingga Maret 2026, DPKP Gunung Mas mencatatkan angka penjualan benih ikan nila yang signifikan. Eigh Manto mengungkapkan bahwa benih ikan nila menjadi komoditas paling diminati di Balai Benih Ikan (BBI) Kuala Kurun. Hasil penjualan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap budidaya ikan, serta potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sektor ini.
Komoditas Lain yang Diminati
Selain ikan nila, benih ikan gurami juga menunjukkan angka penjualan yang cukup baik, dengan total mencapai 1.350 ekor. Benih ikan patin pun turut menyumbang angka penjualan, meskipun tidak sebesar ikan nila dan gurami. Keberagaman komoditas ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pilihan yang luas dalam budidaya ikan, yang tentunya mendukung keberlanjutan sektor perikanan di daerah ini.
Kualitas Benih yang Terjamin
Tiga jenis ikan yang menjadi andalan di BBI Kuala Kurun—ikan nila, gurami, dan patin—sudah mendapatkan sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP). Sertifikat ini menunjukkan bahwa kualitas benih yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga masyarakat dapat yakin akan keberhasilan dalam budidaya.
Keberadaan sertifikat CPIB ini tidak hanya menjamin kualitas benih, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para peternak bahwa benih yang mereka beli adalah hasil dari proses yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini tentunya meningkatkan kepercayaan konsumen dan menarik lebih banyak pelaku usaha di bidang budidaya ikan.
Peluang dan Tantangan di BBI Tewah
Meskipun penjualan benih ikan dari BBI Kuala Kurun menunjukkan hasil yang positif, BBI Tewah masih belum mencatatkan angka penjualan untuk periode yang sama. Unit ini sedang menunggu hasil penjualan ikan pembesaran yang dijadwalkan pada Mei 2026. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, masih ada peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor perikanan.
Proses Pembelian Benih Ikan
Bagi masyarakat yang tertarik untuk membeli benih ikan, mereka dapat langsung mengunjungi BBI pada jam kerja. Harga benih ikan bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran. Sebagai gambaran, harga benih ikan patin berkisar antara Rp450 hingga Rp1.500 per ekor, sementara benih gurami dijual antara Rp1.000 hingga Rp3.200 per ekor. Benih ikan nila, yang paling diminati, dijual dengan harga antara Rp350 hingga Rp800 per ekor.
Kontribusi Terhadap Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan dari penjualan benih ikan, baik di BBI Tewah maupun Kuala Kurun, berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DPKP Gunung Mas. Untuk tahun 2026, target PAD ditetapkan sebesar Rp140 juta, dan hingga triwulan pertama, PAD yang terkumpul mencapai sekitar Rp8,5 juta. Meskipun angka ini masih jauh dari target, hal ini menunjukkan adanya potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Faktor yang Mempengaruhi Capaian PAD
Capaian yang masih di bawah target ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu. Cuaca yang ekstrem dapat berdampak pada tingkat kematangan gonad indukan ikan, yang berujung pada penurunan produksi. Namun, DPKP Gunung Mas tetap optimis bahwa target PAD dapat tercapai seiring dengan peningkatan produksi dan penjualan benih ikan ke depan.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, DPKP Gunung Mas berhasil mencapai target PAD sebesar Rp140 juta, dengan realisasi melebihi target hingga 100,16 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi daerah.
Alternatif Sumber Pendapatan
Selain dari penjualan benih, DPKP Gunung Mas juga memanfaatkan penjualan ikan afkir sebagai sumber PAD. Harga ikan afkir yang ditawarkan bervariasi, di antaranya:
- Ikan patin: Rp26.000 per kilogram
- Ikan gurami: Rp72.000 per kilogram
- Ikan nila: Rp48.000 per kilogram
Dengan adanya berbagai sumber pendapatan ini, DPKP Gunung Mas dapat mengoptimalkan potensi sektor perikanan, tidak hanya dari penjualan benih, tetapi juga dari hasil panen ikan yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Peluang Masa Depan Budidaya Ikan Nila
Melihat tren positif dalam penjualan benih ikan nila, kedepannya, DPKP Gunung Mas berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan kualitas benih yang dihasilkan. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan budidaya ikan nila akan semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar ekonomi di Kabupaten Gunung Mas.
Inisiatif untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang teknik budidaya yang baik juga perlu diperhatikan. Melalui program pelatihan dan penyuluhan, diharapkan para pelaku usaha dapat menerapkan praktik terbaik dalam budidaya ikan nila, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih optimal.
Kesimpulan
Dengan dominasi ikan nila dalam pasar benih di Kabupaten Gunung Mas, diharapkan sektor perikanan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui pengelolaan yang baik, peningkatan kualitas benih, dan dukungan dari semua pihak, ikan nila tidak hanya akan menjadi primadona tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
➡️ Baca Juga: Enam Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final Swiss Open 2026: Optimasi SEO untuk Peringkat Google
➡️ Baca Juga: Kemenkes Ungkap Fakta Covid Cicada untuk Cegah Penyebaran Berita Hoax




