Agentic AI Makin Canggih, BRIN Ingatkan Ancaman Siber yang Mengintai Indonesia

Jakarta – Perkembangan pesat dalam kecerdasan buatan, khususnya yang dikenal sebagai agentic AI, tidak hanya menawarkan berbagai peluang bagi industri, tetapi juga menimbulkan tantangan signifikan dalam hal keamanan siber. Dengan kemampuan AI untuk bertindak lebih mandiri, kebutuhan untuk melindungi data dan sistem digital menjadi semakin mendesak. Hammam Riza, Tenaga Ahli Bidang Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengingatkan bahwa seiring dengan kemajuan agentic AI, ancaman siber yang dihadapi Indonesia semakin kompleks.
Pentingnya Keamanan dalam Era Agentic AI
Hammam Riza menekankan bahwa perkembangan agentic AI harus diimbangi dengan peningkatan keamanan. Keamanan siber tidak boleh dianggap sebagai tambahan setelah teknologi AI dikembangkan, melainkan harus menjadi bagian integral dari proses desain. “Ketika kita semakin banyak menggunakan AI, terutama agentic AI, kebutuhan akan privasi, keamanan, identitas yang terpercaya, hingga kriptografi akan semakin mendesak,” ujarnya dalam acara Techpresso di Studio Grand Metro TV.
Menurutnya, penerapan prinsip security by design sangat penting. Ini berarti bahwa aspek keamanan harus dipikirkan sejak awal ketika teknologi AI dirancang. “Riset AI harus melibatkan elemen keamanan siber dari tahap awal, sehingga keselamatan dan keamanan AI menjadi fondasi yang kokoh untuk pengembangan teknologi AI di Indonesia,” tambahnya.
Ancaman Siber yang Terus Berkembang
Ancaman siber di Indonesia telah berkembang seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital. Dalam konteks ini, penting untuk memahami berbagai jenis ancaman yang dapat muncul, seperti:
- Serangan malware yang dapat merusak sistem dan mencuri data.
- Pencurian identitas yang dapat mengakibatkan kerugian finansial.
- Serangan ransomware yang mengunci data penting hingga tebusan dibayar.
- Phishing yang menipu pengguna untuk memberikan informasi sensitif.
- Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang membuat layanan tidak dapat diakses.
Pemahaman tentang ancaman ini sangat penting untuk mengembangkan strategi keamanan yang efektif. Dengan meningkatnya penggunaan AI dalam sektor-sektor strategis, seperti layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan keuangan, perlindungan terhadap sistem digital menjadi prioritas utama.
Strategi Keamanan yang Diperlukan
Dalam menghadapi ancaman siber, ada beberapa strategi yang perlu diterapkan untuk meningkatkan ketahanan siber Indonesia. Pertama, investasi dalam infrastruktur keamanan yang kuat sangat penting. Hal ini mencakup perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat melindungi data dari serangan siber.
Kedua, pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kerja di bidang teknologi informasi harus diperkuat. Dengan meningkatnya pemahaman tentang keamanan siber, para profesional dapat lebih siap menghadapi berbagai ancaman yang mungkin muncul.
Ketiga, kolaborasi antarinstansi pemerintah dan sektor swasta juga menjadi kunci. Dengan bekerja sama, kedua pihak dapat berbagi informasi dan sumber daya untuk mengatasi ancaman siber secara lebih efektif.
Membangun Kepercayaan Digital
Kepercayaan digital juga merupakan faktor penting dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia. Seiring dengan semakin besarnya peran AI dalam kehidupan sehari-hari, konsekuensi dari sistem yang tidak aman atau tidak dapat dipercaya menjadi semakin serius. Mirdal Akib, CEO Media Group, mengungkapkan bahwa ketahanan siber adalah salah satu dari tiga pilar yang harus diperhatikan Indonesia dalam menghadapi era AI. Dua pilar lainnya adalah regulasi yang adaptif dan kesiapan talenta manusia.
Ketiga elemen ini harus berjalan beriringan untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul. “AI yang kuat harus dibangun bersama dengan kepercayaan digital,” kata Mirdal. Ini menunjukkan bahwa keamanan dan privasi adalah bagian dari fondasi yang harus dibangun sejak awal dalam pengembangan teknologi.
Regulasi dan Kebijakan yang Adaptif
Pentingnya regulasi yang adaptif tidak bisa diabaikan dalam konteks perlindungan terhadap ancaman siber. Regulasi yang baik dapat memberikan kerangka kerja untuk melindungi data dan sistem digital, sekaligus mendorong inovasi dalam pengembangan AI. Hal ini mencakup pengaturan tentang penggunaan data pribadi, serta standar keamanan yang harus dipatuhi oleh perusahaan dan organisasi.
Di Indonesia, pengembangan regulasi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat mencerminkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh negara.
Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat
Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang ancaman siber juga sangat penting. Dengan meningkatnya pemahaman tentang bagaimana melindungi data pribadi dan mengenali serangan siber, masyarakat dapat menjadi garis pertahanan pertama dalam menjaga keamanan digital. Program-program edukasi yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, perlu digalakkan.
Pendidikan mengenai keamanan siber dapat mencakup:
- Pelatihan tentang cara mengenali email phishing.
- Informasi mengenai penggunaan kata sandi yang kuat.
- Pemahaman tentang pentingnya pembaruan perangkat lunak.
- Kesadaran akan risiko berbagi informasi pribadi di media sosial.
- Strategi untuk melindungi perangkat dari malware.
Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan digital yang lebih aman dan terlindungi.
Kolaborasi Global dalam Menghadapi Ancaman Siber
Ancaman siber tidak mengenal batas negara, sehingga kolaborasi internasional sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Indonesia perlu aktif berpartisipasi dalam inisiatif global untuk pertukaran informasi dan praktik terbaik dalam keamanan siber. Kerja sama dengan negara lain dapat memberikan wawasan berharga mengenai teknik dan alat yang dapat digunakan untuk melindungi sistem digital.
Partisipasi dalam forum internasional dan kerja sama bilateral juga dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam menangani ancaman siber. Dengan berbagi informasi dan pengalaman, negara-negara dapat bersama-sama menghadapi tantangan yang ada.
Inovasi Teknologi untuk Keamanan Siber
Inovasi dalam teknologi keamanan siber sangat penting untuk melawan ancaman yang terus berkembang. Penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan dalam mendeteksi dan merespons serangan siber dapat meningkatkan kemampuan untuk melindungi data dan sistem. Teknologi yang dapat menganalisis pola serangan dan memberikan respons otomatis dapat mengurangi risiko yang dihadapi.
Selain itu, blockchain juga memiliki potensi dalam meningkatkan keamanan data. Dengan sifatnya yang terdesentralisasi, blockchain dapat melindungi data dari manipulasi dan pencurian. Mengintegrasikan teknologi-teknologi ini dalam strategi keamanan siber akan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi infrastruktur digital Indonesia.
Menyongsong Masa Depan yang Aman
Seiring dengan semakin canggihnya agentic AI dan semakin kompleksnya ancaman siber, Indonesia harus bersiap untuk menghadapi tantangan ini. Penerapan prinsip security by design, pengembangan regulasi yang adaptif, dan peningkatan kesadaran masyarakat adalah langkah-langkah penting yang harus diambil. Dengan mengedepankan keamanan dan privasi dalam pengembangan teknologi, Indonesia dapat memanfaatkan potensi AI secara maksimal tanpa mengorbankan keamanan siber.
Ketahanan siber yang kuat akan menjadi fondasi bagi kemajuan teknologi di masa depan. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Indonesia dapat menciptakan lingkungan digital yang aman dan terpercaya. Dalam menghadapi era AI, keamanan dan inovasi harus sejalan untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak menjadi ancaman, tetapi justru menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
➡️ Baca Juga: Empat Lokasi Terpengaruh Bencana Hidrometeorologi di Cimahi Menurut BPBD
➡️ Baca Juga: Telkomsel Luncurkan Promo Internet Spesial untuk WFH di Jakarta dan Banten yang Hemat




