Pemkab Serang Tingkatkan Intervensi PHBS di 60 Desa untuk Kesehatan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, tengah berkomitmen untuk memperkuat intervensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di 60 desa yang masih menghadapi masalah buang air besar sembarangan (BABS). Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya sanitasi yang baik, langkah ini diharapkan bisa membawa perubahan signifikan dalam kesehatan masyarakat setempat.
Prioritas Sanitasi untuk Kesehatan Masyarakat
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menekankan bahwa penuntasan masalah sanitasi di desa-desa tersebut menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan keinginan untuk mencapai target zero BABS sebelum masa jabatannya berakhir. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Serang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sanitasi yang lebih baik.
“Saat ini, sekitar 60 desa masih terjebak dalam kebiasaan BABS. Sebagai Bupati, saya dan tim pemerintah daerah bertekad untuk terus melakukan intervensi agar masyarakat di desa-desa ini mulai menerapkan PHBS,” ungkap Zakiyah dengan tegas.
Progres dan Tantangan yang Dihadapi
Bupati menjelaskan bahwa meskipun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tidak melakukan BABS telah melonjak dari 20 persen menjadi 80 persen dalam dua tahun terakhir, masih ada tantangan yang harus dihadapi di 60 desa tersebut. Menyelesaikan masalah ini membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang kuat, agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan efektif.
Dengan melihat kondisi fiskal daerah yang terbatas, Pemkab Serang berencana untuk menggandeng sektor swasta. Melalui penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), diharapkan pembangunan infrastruktur sanitasi dapat lebih cepat terealisasi.
Peran Sektor Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur
Dana CSR akan diarahkan untuk membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan jamban keluarga di rumah warga yang hingga saat ini belum memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang layak. Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi praktik BABS yang merugikan kesehatan masyarakat.
- Pembangunan MCK di setiap desa
- Penyediaan jamban keluarga di rumah warga
- Kolaborasi dengan pengusaha lokal
- Penggunaan dana CSR secara efektif
- Peningkatan akses terhadap fasilitas sanitasi
“Kami akan bekerja sama dengan para pengusaha untuk menciptakan jamban yang belum ada. Ini merupakan upaya kita agar masyarakat tidak lagi melakukan praktik buang air sembarangan,” jelasnya.
Pencapaian dan Penghargaan dalam Sanitasi
Sampai saat ini, baru 15 dari 29 kecamatan di Kabupaten Serang yang berhasil meraih penghargaan bebas BABS. Bupati mengimbau kepada para camat, kepala desa, dan tingkat RT/RW untuk melakukan sosialisasi lebih masif. Praktik BABS, selain berbahaya bagi kesehatan, juga berdampak negatif terhadap lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, menambahkan bahwa meski pembangunan fasilitas sanitasi memerlukan biaya yang cukup besar, perubahan pola pikir masyarakat adalah kunci utama untuk keberhasilan program ini. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat, upaya pemerintah dan sektor swasta tidak akan membuahkan hasil yang optimal.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
“Dulu, hanya 20 persen masyarakat yang menerapkan PHBS. Kini, angkanya telah meningkat menjadi 80 persen. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Masyarakat sebenarnya bisa berubah dan berpikir lebih modern, asalkan dukungan infrastruktur dari pemerintah dan swasta terus berjalan,” kata Efrizal dengan penuh optimisme.
Kemajuan ini menunjukkan bahwa dengan upaya yang terintegrasi dan kolaboratif, perubahan perilaku masyarakat dalam hal sanitasi dan PHBS dapat dicapai. Pemerintah Kabupaten Serang berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi upaya ini, demi tercapainya masyarakat yang sehat dan berdaya saing.
Strategi untuk Mencapai Target Zero BABS
Pemkab Serang telah menyusun beberapa strategi untuk mencapai target zero BABS, antara lain:
- Melakukan survei untuk mengidentifikasi desa-desa yang masih melakukan BABS.
- Menjalin kerjasama dengan organisasi masyarakat dan lembaga swasta.
- Menerapkan program edukasi dan sosialisasi di tingkat komunitas.
- Membangun infrastruktur sanitasi yang memadai.
- Memantau dan mengevaluasi keberhasilan program secara berkala.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya sanitasi yang baik, serta mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap kualitas hidup secara keseluruhan.
Peran Aktif Masyarakat dalam Menyukseskan Program PHBS
Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menyukseskan program PHBS. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga subjek yang terlibat langsung dalam proses perubahan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat:
- Berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong untuk pembangunan sanitasi.
- Menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya PHBS kepada tetangga dan sanak saudara.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
- Melaporkan masalah sanitasi kepada pemerintah setempat.
- Mengikuti pelatihan atau sosialisasi yang diselenggarakan pemerintah.
Dengan adanya kesadaran dan partisipasi masyarakat, program intervensi PHBS di Kabupaten Serang akan lebih mudah dijalankan dan ditingkatkan. Pemerintah setempat akan terus berusaha untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang diperlukan agar setiap warga negara dapat hidup dalam lingkungan yang sehat dan bersih.
Kesimpulan dari Upaya Intervensi PHBS
Intervensi PHBS yang dilakukan oleh Pemkab Serang di 60 desa merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, diharapkan masalah buang air besar sembarangan dapat dituntaskan. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat, Kabupaten Serang dapat menjadi contoh dalam penerapan PHBS yang baik dan berkelanjutan.
Langkah ini tidak hanya akan mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Mari bersama-sama kita dukung upaya ini untuk mencapai Kabupaten Serang yang sehat dan bebas dari praktik BABS.
➡️ Baca Juga: Pemkab Cirebon Targetkan Investor untuk Konversi Sampah Menjadi Bahan Bakar RDF
➡️ Baca Juga: Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Konferensi Global Jadi Sorotan




