Strategi Indonesia Hadapi Konflik Timur Tengah: Meningkatkan Kemandirian dan Menjaga Netralitas

Presiden Prabowo Subianto pernah lagi menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip bebas aktif dan non-blok dalam menanggapi berbagai konflik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Penegasan ini dilakukan saat peresmian 218 jembatan di seluruh nusantara yang dilakukan secara virtual pada Senin, 9 Maret 2026.
Posisi Indonesia di Tengah Kerusuhan Dunia
Presiden Prabowo dalam pidatonya menyoroti peningkatan konflik di semua penjuru dunia, termasuk perang besar di Eropa dan situasi yang kini merambah hampir seluruh wilayah Timur Tengah. Prabowo mengungkapkan, “Perang tengah meletus di mana-mana, hampir di setiap wilayah dunia, khususnya Timur Tengah. Baru-baru ini kita menyaksikan perang besar di Eropa, di Ukraina. Kini, hampir seluruh Timur Tengah terkena dampaknya.”
Meski secara geografis Indonesia berada jauh dari pusat konflik, Prabowo menyatakan bahwa dunia telah menyusut sedemikian rupa sehingga apa yang terjadi di satu area dapat mempengaruhi area lain. “Bangsa kita, negara kita, sudah berada di jalur yang tepat, jalur yang tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Penghormatan Terhadap Semua Negara dan Peningkatan Kemandirian Nasional
Prabowo Subianto menjelaskan lebih lanjut bahwa Indonesia menghargai semua negara dan kekuatan yang ada di dunia, namun tetap konsisten dengan sikap non-bloknya. “Kita tidak ingin bergabung dengan blok manapun, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia. Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, dan juga menghormati semua bangsa di luar negeri,” ungkapnya.
Presiden juga memperhatikan potensi negara-negara lain untuk terjebak dalam krisis akibat dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya untuk memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi saat ini. “Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Negara-negara berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” ucap Prabowo.
Siaga Menghadapi Tantangan
Menanggapi potensi dampak konflik Timur Tengah, Prabowo menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus siap menghadapi kesulitan yang mungkin muncul. Dia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mengatasi tantangan tersebut, dengan yakin pada kekuatan besar Indonesia.
“Kita tidak bersembunyi di belakang sistem yang sudah ada. Kita menghadapi kesulitan dengan tekad untuk mengatasi kesulitan itu. Kita harus berani menghadapi kesulitan. Kita tidak menutup mata terhadap kesulitan, kita tidak berpura-pura tidak ada kesulitan,” tutup Prabowo.
Informasi lengkap tentang penegasan sikap Indonesia ini disampaikan melalui pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026, melalui siaran Youtube Sekretariat Presiden.
➡️ Baca Juga: Analisis PHK 2026: Jawa Barat dan Sumatera Selatan Pimpin, Program JKP sebagai Solusi
➡️ Baca Juga: Kemendikbud Luncurkan Program Digitalisasi AI




