Rumah Sakit dan Puskesmas di Bantul Tugas Petugas Layanan Maternal Neotanal Selama Libur Lebaran

Di tengah suasana libur Lebaran, pelayanan kesehatan di Kabupaten Bantul tetap menjadi prioritas utama, terutama untuk ibu hamil dan bayi baru lahir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan maternal neonatal tetap terjaga. Ini penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam periode yang biasanya diwarnai dengan mobilitas tinggi.
Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Bantul
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, menegaskan bahwa sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak, rumah sakit yang ada di Bantul, baik yang memiliki layanan PONEK (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif) maupun yang tidak, akan menjadwalkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk siaga selama libur Lebaran. Ini merupakan langkah proaktif untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.
Peran Puskesmas dalam Pelayanan Kesehatan
Puskesmas yang menyediakan layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) dan puskesmas rawat inap lainnya juga diinstruksikan untuk menyiapkan petugas medis dan infrastruktur yang diperlukan. Hal ini penting agar mereka dapat memberikan pelayanan kegawatdaruratan dengan cepat dan efisien, mengingat meningkatnya kemungkinan situasi darurat pada masa libur.
Pemantauan Kesehatan Ibu Hamil
Agus menekankan bahwa semua puskesmas harus aktif melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil sesuai dengan wilayah kerjanya, dengan fokus pada ibu hamil yang diperkirakan akan melahirkan antara 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul sehingga dapat ditangani dengan tepat.
Proses Rujukan yang Efisien
Bila diperlukan, puskesmas akan melakukan rujukan ke rumah sakit menggunakan alur manual yang telah ditetapkan di Kabupaten Bantul. Karyawan puskesmas harus memastikan bahwa seluruh berkas rujukan lengkap, termasuk surat rujukan dan surat keterangan perawatan, untuk mendukung kelancaran proses rujukan.
Pentingnya Jaminan Kesehatan dan Persiapan Darah
Petugas puskesmas diharapkan untuk memastikan bahwa ibu hamil yang memerlukan rujukan memiliki jaminan kesehatan yang memadai. Selain itu, mereka juga harus memastikan bahwa ibu hamil telah menyiapkan dua calon donor darah sebagai langkah antisipasi, sehingga tidak ada kendala dalam penanganan yang diperlukan.
Pendidikan Kesehatan bagi Ibu Hamil
Agus menambahkan pentingnya edukasi bagi ibu hamil untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ibu hamil diimbau untuk:
- Rajin mencuci tangan dengan sabun.
- Menggunakan masker di tempat umum.
- Memastikan pola makan yang bergizi.
- Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
- Menghindari kerumunan saat merasa tidak sehat.
Pelaporan Kejadian Luar Biasa
Setiap puskesmas dan rumah sakit di Bantul diminta untuk melaporkan kejadian-kejadian yang dapat berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Ini termasuk kejadian keracunan makanan dan penyakit lain yang berpotensi menyebabkan wabah.
Kewaspadaan Terhadap Penyakit Menular
Seluruh fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan klinik, juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan wabah, seperti demam berdarah, leptospirosis, hantavirus, dan malaria. Pemantauan secara aktif di wilayah setempat sangat penting untuk mendeteksi dan menangani kasus secara cepat.
Skrining Malaria bagi Masyarakat
Untuk masyarakat yang baru pulang dari daerah endemis malaria, dilakukan skrining dengan cara yang efisien. Ini mencakup pemeriksaan RDT (Rapid Diagnostic Test) dan, jika terkonfirmasi positif, dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopis. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa tidak ada penyebaran penyakit yang tidak terdeteksi.
Melalui langkah-langkah ini, Dinkes Kabupaten Bantul berupaya keras menjaga kesehatan masyarakat, terutama di masa-masa kritis seperti libur Lebaran, sehingga semua ibu dan bayi baru lahir mendapatkan perhatian yang layak. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan liburan dengan tenang, mengetahui bahwa layanan kesehatan siap sedia untuk memberikan bantuan yang diperlukan.
➡️ Baca Juga: Harga Jeep Wrangler Rubicon Tembus Rp2,38 Miliar: Ini Alasannya
➡️ Baca Juga: Startup Lokal Tawarkan Solusi Cerdas untuk Masalah Teknologi


