Bupati Egi Cek Kondisi Warga Jati Agung Pasca Banjir: Respons Cepat untuk Penanganan Lebih Efektif

Di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, air banjir masih merendam sejumlah pemukiman saat Bupati Radityo Egi Pratama datang untuk mengecek kondisi dan memastikan penanganan banjir berjalan dengan baik pada malam hari, Jumat (6/3/2026).
Setelah mengikuti Safari Ramadan di Kalianda, Bupati Egi dengan sigap mendatangi lokasi banjir untuk memverifikasi kondisi masyarakat yang terkena dampak dan memastikan bahwa penanganan darurat dilakukan dengan segera.
Peninjauan Lokasi Banjir
Peninjauan dilaksanakan di beberapa area yang masih tergenang, termasuk Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, dan Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat kunjungan Bupati, tingkat air banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.
Bupati Egi melakukan peninjauan tersebut didampingi oleh Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta beberapa kepala perangkat daerah terkait. Mereka secara langsung mengecek penyebab banjir dan memastikan penanganan banjir berjalan dengan cepat dan tepat.
Langkah tersebut diambil sebagai respon cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda beberapa wilayah akibat hujan deras yang turun sejak Jumat sore.
Situasi Banjir
Informasi yang diterima menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Situasi ini menyebabkan volume air meningkat secara drastis dan akhirnya meluap ke area pemukiman.
Di Desa Gedung Harapan, banjir yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan menutupi akses Jalan Kota Baru. Arus banjir yang deras juga menyebabkan dua unit mobil terseret.
Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Seorang warga, Sri Utari, mengungkapkan bahwa air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik dengan sangat cepat, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” katanya.
Data sementara mencatat bahwa sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung sampai pukul 23.30 WIB, Jumat (6/3) malam. Dari total tersebut, sekitar 60 warga terpaksa mengungsi ke Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan mereka.
Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga disebabkan oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area pemukiman sekitar.
Respon Pemerintah
Merespons kondisi tersebut, Bupati Egi langsung mengarahkan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga yang terdampak.
“Saya meminta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” ujar Bupati Egi.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.
“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.
Sebelum kedatangan Bupati dan Wakil Bupati, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dulu bergerak melakukan evakuasi warga serta mengatur lalu lintas di kawasan yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi di wilayah yang terdampak dan menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir.
➡️ Baca Juga: KPK Usut Gratifikasi dalam Pengadaan Alat Kesehatan
➡️ Baca Juga: Mengungkap Hubungan Antara Warna Mobil dan Kepribadian Pembeli: Fakta Menarik untuk Diketahui

