Evaluasi Angleb di Bali, Kemenhub Tingkatkan Optimalisasi Buffer Zone dan Pelabuhan Alternatif

Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia, terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi, terutama selama periode angkutan Lebaran. Dalam rangka mencapai hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, melakukan evaluasi mendalam terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026, dengan fokus pada pengelolaan transportasi di wilayah ini. Dalam evaluasi tersebut, Aan menyoroti pentingnya optimalisasi buffer zone untuk mendukung kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.
Pentingnya Buffer Zone dalam Pengelolaan Transportasi
Kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk selama periode mudik Lebaran 2026 adalah salah satu tantangan yang dihadapi oleh otoritas transportasi. Menurut Aan, peristiwa ini memberikan pelajaran berharga mengenai perlunya solusi yang tepat untuk mengatasi pengelolaan transportasi, khususnya di titik penyeberangan yang memiliki kapasitas terbatas.
“Pengelolaan awal yang kurang optimal, terutama dalam pemanfaatan buffer zone, sangat mempengaruhi arus kendaraan ke pelabuhan. Setiap pelabuhan harus memiliki buffer zone yang memadai, mengingat keterbatasan kapasitas yang ada. Kami perlu berkolaborasi dengan semua pihak terkait untuk memperbaiki situasi ini,” jelas Aan saat melakukan kunjungan kerja di Terminal Tipe A Mengwi, Bali, baru-baru ini.
Strategi Pencarian Lokasi Buffer Zone
Agar masalah kepadatan tidak terulang, Aan mendorong pencarian lokasi buffer zone alternatif yang dapat digunakan sebelum mencapai Pelabuhan Gilimanuk. Ia juga berharap pemerintah daerah dapat berkolaborasi dalam menyediakan lahan yang dapat dijadikan kantong parkir strategis tidak jauh dari pelabuhan.
- Pengembangan buffer zone yang terencana
- Kerjasama dengan pemerintah daerah
- Pemanfaatan lahan kosong di sekitar pelabuhan
- Peningkatan kapasitas lahan parkir
- Penyediaan fasilitas pendukung di buffer zone
Peluang Pelabuhan Alternatif di Bali
Selain pengelolaan buffer zone, Aan menekankan pentingnya pengembangan pelabuhan alternatif di Bali. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan dan beban yang terlalu berat di lintas Ketapang-Gilimanuk, sebagaimana yang dilakukan di lintas Merak-Bakauheni. Salah satu pelabuhan yang berpotensi dijadikan alternatif adalah Celukan Bawang, yang diharapkan dapat membantu meredakan kepadatan kendaraan saat terjadi lonjakan volume, terutama di Pelabuhan Gilimanuk.
Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Gilimanuk
Seiring dengan pengembangan buffer zone dan pelabuhan alternatif, Aan juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dermaga di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. “Dengan lahan yang terbatas, perluasan dermaga plengsengan di area sekitar pelabuhan, seperti di Pantai Cemara, menjadi sangat penting untuk menambah kapasitas pelabuhan,” ungkapnya. Dermaga ini diharapkan dapat beroperasi mulai Nataru 2026 dan Lebaran 2027, sehingga dapat memperlancar arus kendaraan yang akan menyeberang.
Kapasitas Angkut Kapal yang Ditingkatkan
Peningkatan kapasitas angkut kapal juga menjadi prioritas bagi Ditjen Perhubungan Darat. Koordinasi yang intensif dengan operator penyeberangan dilakukan untuk memastikan bahwa kapal dengan kapasitas lebih besar dapat dioperasikan di rute Ketapang-Gilimanuk. Hal ini bertujuan agar pergerakan kendaraan yang melakukan penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat, sehingga antrean dapat diminimalkan.
Target Jangka Panjang dan Kerjasama Semua Pihak
Seluruh langkah yang diambil oleh Kementerian Perhubungan diharapkan dapat menjadi solusi untuk menghadapi periode angkutan Natal dan Tahun Baru serta Lebaran di tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, simpul transportasi di Bali diharapkan dapat berfungsi secara optimal, dan pengelolaan lalu lintas serta penyeberangan dapat berjalan dengan lebih efektif.
Aan menekankan, “Kami ingin memastikan bahwa perjalanan masyarakat dan distribusi logistik di Bali dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan terkelola dengan baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang solid dari semua pihak yang terlibat.”
➡️ Baca Juga: Ratakan Warna Kulit Anda dengan 5 Rekomendasi Tinted Sunscreen Mulai Rp30 Ribuan
➡️ Baca Juga: Panduan Praktis Meningkatkan Mobilitas Sendi Melalui Latihan Kebugaran



