Telkom Memperkuat Bisnis Enterprise untuk Fondasi Digital Indonesia di Era AI

Dalam era digital yang terus berkembang, transformasi digital di Indonesia menjadi hal yang sangat penting. Namun, untuk mencapai tujuan ini, diperlukan dukungan infrastruktur konektivitas yang kuat dan merata di seluruh pelosok negeri. Ketersediaan jaringan yang handal akan menjadi fondasi bagi berbagai sektor industri dalam mempercepat penerapan teknologi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Peran Telkom dalam Memperkuat Bisnis Enterprise
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal dengan Telkom, berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas dalam bidang telekomunikasi dan solusi digital guna memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui divisi Telkom Enterprise, perusahaan ini menyediakan beragam solusi digital yang dirancang khusus untuk mendukung pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pelaku bisnis dalam menjalankan agenda transformasi digital mereka.
Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, menekankan pentingnya langkah ini dalam pertemuan strategis dengan Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, dan Setyanto Hantoro, Managing Director Business-2 Danantara. Diskusi ini berfokus pada arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise untuk menjawab tantangan yang ada.
Strategi Transformasi Melalui TLKM 30
Penguatan Telkom Enterprise sejalan dengan upaya transformasi yang dilakukan oleh perusahaan, yang dikenal dengan strategi TLKM 30. Dalam kerangka ini, Telkom Enterprise melakukan restrukturisasi organisasi untuk memperbaiki tata kelola serta menyederhanakan proses bisnis, sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.
Langkah ini bertujuan agar bisnis enterprise dapat lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar, terutama untuk segmen business-to-business (B2B). Dengan penataan organisasi yang tepat, diharapkan Telkom dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyediakan solusi digital yang terintegrasi untuk pelanggan dari berbagai sektor.
Sinergi dengan Danantara
Inisiatif ini merupakan bagian dari sinergi antara Telkom dan Danantara untuk menghadapi tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi digital. Penguatan Telkom Enterprise sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki fondasi digital yang mampu memenuhi kebutuhan teknologi masa depan yang terus berubah.
“Indonesia memerlukan kapabilitas digital yang kuat untuk menjawab tantangan seperti artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, serta AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis dalam hal ini dengan memperkuat konektivitas dan menyediakan solusi digital yang terintegrasi untuk mendukung transformasi di berbagai sektor,” ungkap Veranita.
Teknologi yang Mendukung Bisnis Enterprise
Veranita juga menjelaskan bahwa berbagai inovasi teknologi yang berkembang saat ini memerlukan dukungan konektivitas yang berkapasitas tinggi dan tingkat keamanan yang memadai. Ini mencakup teknologi seperti AI, cloud computing, data center, managed services, Internet of Things (IoT), dan keamanan siber.
Oleh karena itu, Telkom berkomitmen untuk memperkuat bisnis enterprise agar dapat menyediakan tidak hanya layanan terpisah, tetapi juga solusi digital yang terintegrasi, menjadikan Telkom sebagai mitra strategis bagi pelanggan dalam menjalankan transformasi bisnis mereka.
Kontribusi Bisnis Enterprise terhadap Pendapatan Telkom
Saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap total pendapatan Telkom mencapai sekitar 11 persen, atau sekitar Rp19 triliun. Meskipun angka ini sudah signifikan, potensi untuk meningkatkannya masih sangat besar, karena di beberapa perusahaan telekomunikasi global, kontribusi sektor ini dapat mencapai 20 hingga 30 persen dari total pendapatan mereka.
- Peluang besar untuk pertumbuhan bisnis enterprise
- Potensi meningkatkan efisiensi dan profitabilitas
- Transformasi untuk memperbesar skala bisnis
- Meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan total
- Menghadapi tantangan dengan solusi terintegrasi
Optimisme terhadap Pertumbuhan Telkom Enterprise
Besarnya peluang tersebut menjadi tantangan bagi Telkom untuk menjadikan bisnis enterprise sebagai salah satu sumber pertumbuhan utama di masa mendatang. Transformasi yang dilakukan diharapkan tidak hanya akan memperbesar skala bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas.
“Dengan transformasi yang tepat, kami yakin Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Telkom di masa depan,” jelas Veranita dengan optimisme.
Penyederhanaan Proses Bisnis dan Tata Kelola
Upaya transformasi juga berfokus pada aspek internal dengan penyederhanaan proses bisnis dan penguatan tata kelola yang berbasis teknologi digital. Digitalisasi proses internal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pelayanan kepada pelanggan, serta membuka peluang bisnis baru yang lebih relevan dengan perkembangan kebutuhan pasar.
Integrasi Konektivitas dan Infrastruktur Digital
Ke depan, Telkom akan memperkuat integrasi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber. Tujuannya adalah untuk membangun solusi digital end-to-end yang dapat diakses oleh berbagai sektor, sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi strategis di masa depan.
Dengan pendekatan ini, Telkom tidak hanya berupaya meningkatkan layanan yang diberikan, tetapi juga berkomitmen untuk menjadi pionir dalam transformasi digital di Indonesia. Fokus pada bisnis enterprise menjadi langkah krusial dalam memastikan bahwa perusahaan tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika teknologi yang terus berubah.
➡️ Baca Juga: Temukan Ajaran Damai via Aura Farming oleh Anak 11 Tahun
➡️ Baca Juga: Warga Sukapura Mendesak Penurunan Tower BTS yang Mengganggu Lingkungan




