HUT RI 2026: Strategi Membangun BUMN untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Jakarta – Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengalami evolusi signifikan seiring dengan perkembangan zaman. Dalam konteks peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, transformasi BUMN menjadi agenda utama pemerintah untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional hingga ke kancah global. Melalui inisiatif Danantara Indonesia, pemerintah berupaya mengonsolidasikan kekuatan perusahaan-perusahaan pelat merah agar lebih efisien, sehat, inovatif, dan berdampak positif secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan agar BUMN Indonesia dapat bersaing di level dunia, bahkan masuk dalam jajaran Fortune Global 500.
BUMN Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
BUMN memiliki peran yang sangat penting sebagai agen pembangunan. Selain berfokus pada aspek bisnis, perusahaan negara juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan percepatan proyek-proyek strategis nasional. Mengacu pada data dari BP BUMN, kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, pendapatan konsolidasi BUMN diperkirakan mencapai Rp3.142 triliun pada tahun 2024, serta sebanyak 20 BUMN berhasil masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Selain itu, empat BUMN tercatat masuk dalam daftar Forbes Global 2000.
Lebih jauh lagi, BUMN telah berperan aktif dalam mendukung 81 Proyek Strategis Nasional dengan total nilai investasi lebih dari Rp711 triliun. Selain itu, dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp3 triliun telah dialokasikan untuk mendukung pemberdayaan UMKM dan pembangunan masyarakat. Kontribusi tersebut menegaskan bahwa BUMN tidak hanya berfungsi sebagai mesin bisnis, tetapi juga berperan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Fondasi Transformasi Melalui Danantara
Tahun 2026 menjadi momen penting bagi Danantara Indonesia sebagai pengelola aset negara. Fokus utama tahun pertama adalah membangun fondasi tata kelola, memperkuat kelembagaan, serta merancang berbagai strategi untuk melakukan transformasi BUMN. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan fondasi ini adalah langkah awal menuju transformasi yang lebih luas. “Tahun ini merupakan tahap pembangunan fondasi. Kami sedang membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, dan meluncurkan berbagai inisiatif strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya pada 7 Agustus 2026.
Sepanjang tahun 2025, Danantara telah merumuskan lebih dari 27 kebijakan tata kelola yang selaras dengan regulasi nasional, memastikan bahwa pengelolaan aset negara berlangsung secara transparan, profesional, dan akuntabel.
Dukungan Terhadap Program Prioritas Pemerintah
Transformasi yang dilaksanakan oleh Danantara tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Beberapa program tersebut mencakup Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pengembangan sektor perumahan yang diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, Danantara juga meningkatkan dampak sosial melalui pembentukan Danantara Indonesia Trust Fund, sebuah platform filantropi sovereign wealth fund yang fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
Restrukturisasi BUMN dan Hilirisasi Industri
Melalui Danantara Asset Management (DAM), transformasi dilakukan dengan merapikan portofolio BUMN melalui restrukturisasi bisnis dan keuangan. Langkah-langkah ini meliputi merger perusahaan, likuidasi entitas yang tidak lagi strategis, divestasi aset, serta konsolidasi portofolio. Selain itu, DAM juga mendorong proyek hilirisasi dengan potensi investasi mencapai sekitar USD26 miliar. Beberapa proyek yang sudah memasuki tahap pembangunan antara lain pengolahan alumina dan bauksit, bioavtur, bioetanol, industri ayam terintegrasi, dan pengolahan garam industri.
Memperluas Investasi Global
Selain melakukan transformasi internal, Danantara juga aktif menarik investasi internasional melalui Danantara Investment Management (DIM). Dalam satu tahun operasionalnya, DIM telah berhasil menandatangani 11 nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai komitmen investasi sekitar Rp346 triliun. DIM juga menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan mencapai Rp150 triliun melalui berbagai instrumen keuangan, seperti pinjaman, penyertaan modal, patriot bonds, dan revolving credit facility (RCF). Beberapa proyek strategis yang sedang dikembangkan mencakup pembangunan Kampung Haji di Mekkah dan investasi bersama untuk fasilitas waste-to-energy.
Roadmap Lima Tahun: Menuju Fortune 500
Memasuki tahun kedua, Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN tengah menyusun roadmap transformasi lima tahun. Roadmap ini akan menjadi panduan baru dalam pengelolaan seluruh perusahaan pelat merah agar mampu bersaing di tingkat global. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa transformasi ini akan diterapkan di seluruh BUMN. “Setiap tema ini akan diterapkan di seluruh perusahaan BUMN. Konsolidasi, pengembangan sumber daya manusia, budaya perusahaan, inovasi, dan penciptaan nilai harus menjadi arahan bersama,” ungkap Dony melalui akun Instagram resmi BP BUMN.
Transformasi akan dilakukan secara bertahap melalui lima fokus utama, yaitu konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan budaya perusahaan, inovasi dan digitalisasi, serta penciptaan nilai melalui aksi korporasi dan kemitraan strategis. Dengan roadmap ini, pemerintah berharap BUMN dapat menjadi perusahaan yang lebih sehat, efisien, dan inovatif, sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
➡️ Baca Juga: Inisiasi Pengaspalan Jalan Lingkungan Masyarakat oleh Aldyan yang Mendukung Aksesibilitas
➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Sampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR dengan Rinci




