Nuanu Luncurkan Ekosistem Hunian Terpadu di Bali: Strategi Baru dalam Peringkat Optimasi SEO Google

Progres pembangunan Nuanu Creative City di Bali semakin menunjukkan kemajuan di berbagai bidang, mulai dari infrastruktur, hunian, hingga fasilitas gaya hidup dan pendidikan. Kawasan kreatif ini didesain sebagai ekosistem terpadu yang memfasilitasi penghuninya untuk tinggal, bekerja, belajar, dan berkreasi dalam satu lingkungan. Terbentang di atas area seluas 44 hektare di pantai barat daya Bali, proyek ini menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan dengan komitmen mengembangkan hanya sekitar 30 persen dari total area. Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, mengungkapkan bahwa proyek ini tidak dirancang sebagai pengembangan properti biasa sejak awal. “Visi kami adalah menciptakan tempat tinggal terbaik, yang berarti kami menempatkan pembangunan infrastruktur di urutan pertama, termasuk fasilitas gaya hidup, pendidikan, dan ruang komersial yang mendukung kehidupan sehari-hari,” ungkapnya pada 9 Maret 2026.
Pembangunan Hunian Nuanu: Target 400 Unit pada 2027
Pembangunan hunian di wilayah ini dikelola oleh Nuanu Real Estate yang bertugas membangun lapisan residensial sebagai bagian dari ekosistem kota. Reyni Wullur, Kepala Komunikasi Korporat Nuanu Real Estate, menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih tempat tinggal saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan, tetapi juga lingkungan dan komunitas yang terbentuk. “Kami menargetkan lebih dari 400 unit residensial dan hospitality yang siap diserahterimakan pada 2027,” ujarnya. Saat ini, Nuanu Real Estate tengah mengembangkan 12 proyek hunian dan satu proyek hotel investasi. Beberapa proyek seperti The Collection Vol.1 dan Ecoverse ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, proyek lainnya seperti OXO The Pavilions dan Flower Estates sudah memasuki tahap konstruksi setelah proses groundbreaking. Flower Estates menawarkan 28 unit vila hak milik yang didesain dengan inspirasi dari desain orangerie khas Eropa dan lanskap tropis Bali. Vila tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp8,4 miliar. Selain itu, proyek Black Sands Oasis yang memadukan arsitektur desert modernism dan The Sense, konsep hunian berbasis komunitas bagi kreator dan profesional, juga sedang dikembangkan.
Sutala: Distrik Kuliner dan Hiburan
Sejalan dengan pengembangan hunian, Nuanu juga memperluas fasilitas gaya hidup dengan membangun distrik kuliner dan hiburan yang diberi nama Sutala. Distrik ini dirancang sebagai kawasan kuliner dan gaya hidup yang mengintegrasikan restoran, budaya, dan ruang sosial dalam lingkungan yang ramah pejalan kaki. Conrad, Direktur Sutala, mengatakan bahwa konsep tersebut bukan hanya memberikan pengalaman makan, tetapi juga interaksi sosial dan kreativitas. “Sutala dirancang sebagai distrik kuliner dan gaya hidup yang menghubungkan pengalaman gastronomi dengan budaya dan kreativitas,” terangnya. Kawasan seluas 17.000 meter persegi ini direncanakan untuk menampung lebih dari 60 tenant kuliner yang telah terkurasi, dengan soft launch dijadwalkan pada akhir 2026.
➡️ Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Sayuran dan Manfaatnya untuk Kesehatan
➡️ Baca Juga: One UI 6.1 Penuh Aplikasi Duplikat, Pixel UI Tidak: Ini Buktinya


