AI Tidak Menggantikan Bahasa Inggris, Malah Meningkatkan Kebutuhan di Lingkungan Kerja

Kebangkitan kecerdasan buatan atau yang biasa dikenal dengan istilah Artificial Intelligence (AI) ternyata tidak berdampak pada pengurangan pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dalam dunia bisnis. Bahkan, kehadiran AI justru menambah tingginya kebutuhan akan keterampilan berbahasa Inggris sebagai pijakan dalam komunikasi digital secara global. Hal ini terbukti dari hasil laporan TOEIC Global English Skills Report oleh Educational Testing Service (ETS) yang diadakan di Jakarta dengan melibatkan 1.300 Human Resources (HR) dari 17 negara.
Dalam laporan tersebut, Janet Garcia selaku President ETS menegaskan bahwa teknologi penerjemah AI tidak mengurangi relevansi dari pembelajaran bahasa asing. Bahkan data menunjukkan sebanyak 81% pemberi kerja merasa bahwa AI justru meningkatkan kebutuhan akan kemampuan berbahasa Inggris. “AI tidak menggantikan bahasa Inggris. Keterampilan ini masih sangat dibutuhkan untuk memungkinkan manusia berkomunikasi dengan jelas, mengevaluasi informasi, dan berkolaborasi secara efektif melalui perintah yang tepat,” ujar Janet di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Indonesia mendapatkan sorotan khusus dalam laporan tahunan ini. Ratnesh Kumar Jha, General Manager Institutional Language Products ETS, mengungkapkan temuan mengejutkan namun juga optimistis bagi pasar tenaga kerja Indonesia. “Di Indonesia, 100 persen HR profesional yang kami survei menyatakan bahwa kemampuan bahasa Inggris jauh lebih penting saat ini dibandingkan dengan lima tahun lalu,” ungkap Ratnesh.
Angka tersebut adalah salah satu yang tertinggi di dunia, mencerminkan ambisi Indonesia untuk menjadi lebih kompetitif di rantai pasok global dan jaringan bisnis internasional. Laporan tersebut juga mencatat beberapa poin penting bagi tenaga kerja Indonesia yang berawal dari aspek keunggulan kompetitif. Sebanyak 87% responden berpendapat bahwa karyawan yang tidak mahir berbahasa Inggris akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan secara profesional.
Dalam hal mobilitas global, 91% responden yakin bahwa standarisasi kemampuan bahasa Inggris melalui tes seperti TOEIC akan meningkatkan mobilitas tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, serupa dengan kesuksesan yang telah diraih oleh Jepang dan Korea Selatan. Standarisasi menjadi kunci utama saat ini karena perusahaan semakin mengandalkan tes standar yang kredibel untuk memvalidasi kemampuan nyata calon karyawan di tengah tren rekrutmen digital yang terus berkembang.
ETS juga merespon kebutuhan pasar yang semakin dinamis dengan memperkenalkan TOEIC Link, sebuah solusi asesmen online modular. Alat ini dirancang untuk memberikan hasil secara real-time, membantu perusahaan di Indonesia mempercepat proses rekrutmen, pelatihan, hingga strategi peningkatan keterampilan (upskilling) karyawan agar tetap sejalan dengan perkembangan.
➡️ Baca Juga: Mengenal SIAKAD Dalwa: Sistem Informasi Akademik Modern
➡️ Baca Juga: Minyakita 1 Liter Ditarik dari Pasaran – Berita Terkini




