Bupati Egi Lakukan Peninjauan Langsung Kondisi Warga Jati Agung Pasca Banjir dengan Respons Cepat

Saat malam tiba di Jati Agung, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, mengunjungi wilayah tersebut yang masih dilanda banjir. Ia bergerak cepat untuk memahami situasi yang dihadapi warganya dan memastikan bantuan darurat berjalan lancar dan efektif.
Peninjauan Bupati Egi
Setelah menghadiri Safari Ramadan di Kalianda, Egi tidak membuang waktu dan segera menuju ke lokasi banjir. Tujuannya adalah untuk memahami kondisi yang dialami warga dan memastikan bahwa penanganan darurat berjalan dengan baik.
Sejumlah titik masih terendam banjir, termasuk Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, dan Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Ketika Bupati Egi tiba, banjir masih cukup parah dan belum sepenuhnya surut.
Tim Peninjauan
Bupati Egi tidak sendirian; dia ditemani oleh Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Dalam peninjauan ini, mereka bekerja sama untuk mengetahui penyebab banjir dan memastikan bahwa penanganan situasi dilakukan dengan cepat dan efektif.
Respon Cepat Pemerintah Daerah
Langkah ini merupakan bagian dari respon cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang yang diakibatkan oleh hujan lebat di beberapa wilayah. Berdasarkan informasi yang diperoleh, hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB, yang menyebabkan debit air meningkat dengan cepat dan meluap ke permukiman warga.
Desa Gedung Harapan dan Margo Agung
Kondisi di Desa Gedung Harapan sangat parah, luapan air yang terjadi sejak pukul 17.00 WIB bahkan telah memblokir akses Jalan Kota Baru. Selain itu, derasnya arus banjir telah menyeret dua mobil. Di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Laporan Warga
Seorang warga, Sri Utari, melaporkan bahwa air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik dengan cepat, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” kata Sri.
Dampak Banjir
Data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung untuk menjaga keselamatan mereka.
Desa Jati Mulyo
Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga disebabkan oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas di Dusun 3, yang menyebabkan air meluap ke permukiman sekitar.
Respon Bupati Egi
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung memerintahkan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan warga yang terdampak. “Saya minta camat segera mendata warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” kata Bupati Egi.
Ia juga menjamin bahwa pemerintah daerah akan segera memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir. “Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambah Bupati Egi.
Tim Penyelamat
Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah bergerak lebih dulu untuk melakukan evakuasi warga dan membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berjanji akan terus memantau kondisi di wilayah yang terdampak dan menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir.
➡️ Baca Juga: Apa Itu Kesehatan dan Bagaimana Cara Kerjanya?
➡️ Baca Juga: Perayaan Ogoh-ogoh di Bundaran HI Menjelang Hari Raya Nyepi

