350 Mahasiswa Universitas Ma’soem Diwisuda, 20 Persen Lulusan Sudah Memiliki Pekerjaan

Pada Sabtu, 12 September 2026, Universitas Ma’soem merayakan momen yang sangat berharga dengan meluluskan 350 mahasiswa. Prosesi wisuda ini berlangsung di Gedung Serb Guna Yayasan Al Ma’soem yang terletak di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Acara ini menjadi penanda penting bagi para lulusan, yang kini siap memasuki dunia yang lebih luas.
Makna Wisuda bagi Mahasiswa Universitas Ma’soem
Rektor Universitas Ma’soem, Dadang Mohamad Ma’soem, dalam sambutannya menegaskan bahwa hari wisuda ini bukan sekadar seremoni formal. “Ini adalah hari yang sangat istimewa,” ujarnya, menekankan pentingnya momen tersebut.
Lebih jauh, Dadang menyampaikan bahwa wisuda adalah simbol akhir dari sebuah perjalanan akademis dan sekaligus awal dari tantangan baru yang lebih panjang. “Kita harus menyadari bahwa hari ini menandai berakhirnya satu fase perjuangan, tetapi juga memulai perjalanan yang lebih panjang,” tambahnya.
Struktur Lulusan Universitas Ma’soem
Wisuda kali ini melibatkan lulusan dari empat fakultas berbeda, yaitu:
- Fakultas Komputer
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Pertanian
Rektor juga menekankan pentingnya pencapaian ini dengan mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. “Atas nama pribadi, pimpinan, Senat, dan seluruh sivitas akademika Universitas Ma’soem, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada semua yang telah lulus,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pesan untuk Para Wisudawan
Dalam sambutannya, Dadang mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Ia menekankan bahwa wisuda adalah langkah awal menuju pembelajaran yang lebih mendalam. “Setelah ini, kalian akan memasuki dunia yang tidak selalu memberikan pilihan jawaban yang mudah,” jelasnya. Dunia kerja akan menghadirkan tantangan yang memerlukan pemecahan masalah secara mandiri.
Perbedaan Antara Dunia Kuliah dan Dunia Kerja
Dadang juga menjelaskan perbedaan mencolok antara pengalaman kuliah dan realitas dunia kerja. “Kita berada di era transformasi digital, di mana teknologi berkembang dengan cepat dan cara kerja pun berubah,” ungkapnya. Para lulusan harus siap untuk beradaptasi dengan tuntutan dan dinamika dunia yang terus berubah.
Ia menambahkan bahwa bukan hanya keterampilan teknis yang penting, tetapi juga kemampuan untuk terus belajar. “Ijazah saja tidak cukup. IPK tinggi pun tidak menjamin kesuksesan. Gelar sarjana atau ahli madya juga tidak menjamin pekerjaan,” tegasnya. Menjadi pembelajar seumur hidup adalah kunci untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang kian kompleks.
Peran Teknologi dalam Dunia Kerja
Rektor Universitas Ma’soem menjelaskan bahwa teknologi telah mengubah cara orang bekerja, berbisnis, dan memperoleh pengetahuan. “Kita harus menyadari bahwa cara kita berinteraksi dengan teknologi juga berubah,” paparnya. Dengan adanya kecerdasan buatan, otomatisasi, dan ekonomi digital, lulusan dituntut untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi.
“Karena itu, penting bagi kalian untuk terus mengembangkan diri dan tidak berhenti belajar,” ujarnya menekankan. Ini adalah tuntutan yang harus dihadapi oleh setiap lulusan di era modern ini.
Tantangan Era Digital
Era digital membawa tantangan dan peluang baru. Lulusan Universitas Ma’soem diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut. “Kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi adalah kunci untuk sukses,” katanya.
Dalam menghadapi era yang serba cepat ini, lulusan tidak hanya harus memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif. “Kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan datang,” imbuhnya.
Kesempatan Kerja Bagi Lulusan Universitas Ma’soem
Menariknya, sekitar 20 persen dari lulusan yang diwisuda sudah memiliki pekerjaan sebelum mereka menerima gelar. Ini menjadi indikasi positif bahwa mahasiswa Universitas Ma’soem telah mempersiapkan diri dengan baik untuk memasuki dunia kerja.
“Kami bangga dengan pencapaian ini,” ungkap Dadang. Ini menunjukkan bahwa program pendidikan di Universitas Ma’soem mampu memenuhi tuntutan pasar kerja dan mempersiapkan mahasiswa untuk sukses di dunia profesional.
Strategi untuk Memperoleh Pekerjaan
Bagi para lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
- Memperluas jaringan profesional melalui acara dan seminar.
- Mengikuti program magang atau proyek yang relevan untuk pengalaman tambahan.
- Terus meningkatkan keterampilan melalui pelatihan online dan kursus tambahan.
- Menyesuaikan CV dan surat lamaran agar sesuai dengan posisi yang dilamar.
- Mencari peluang di sektor yang sedang berkembang, seperti teknologi dan ekonomi digital.
Dengan langkah-langkah ini, lulusan diharapkan dapat lebih siap dan kompetitif di pasar kerja.
Membangun Masa Depan yang Cerah
Dadang mengingatkan bahwa masa depan yang cerah selalu dimulai dengan pendidikan yang baik. “Kalian telah mendapatkan bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan di depan,” ujarnya. Ia berharap para lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang baru.
“Setiap dari kalian memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di bidang masing-masing,” imbuhnya. Dengan semangat dan tekad, lulusan Universitas Ma’soem diharapkan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Kesimpulan dari Wisuda Universitas Ma’soem
Wisuda merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan karir setiap mahasiswa. Dengan tekad untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, mahasiswa Universitas Ma’soem diharapkan dapat menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan di masa depan. “Selamat atas pencapaian kalian, semoga perjalanan kalian membawa manfaat bagi banyak orang,” tutup Dadang dengan penuh harapan.
➡️ Baca Juga: 1.500 Barang Tertinggal di Kereta Maret 2026: Langkah yang Harus Diambil Penumpang yang Kehilangan
➡️ Baca Juga: Hemat BBM: Apakah Opsi WFH dari Pemerintah Solusi Efektif atau Hanya Uji Coba?




