Kemenkes Dorong RSUP Ngoerah Tingkatkan Pola Pikir Tenaga Kesehatan untuk Reformasi Pelayanan

Kementerian Kesehatan kini mengajak RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah di Denpasar untuk melakukan perubahan signifikan dalam pola pikir tenaga kesehatan dan manajemen. Tujuannya adalah untuk mendukung inisiatif reformasi pelayanan kesehatan dan proses digitalisasi di rumah sakit. Di tengah perubahan yang cepat ini, diperlukan adaptasi yang tepat dari semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan.
Pentingnya Perubahan Pola Pikir dalam Reformasi Pelayanan Kesehatan
Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, transformasi dalam pola pikir sangat krusial untuk memastikan tenaga kesehatan dan manajemen dapat menghadapi tantangan yang muncul akibat reformasi pelayanan kesehatan. Kesiapan mental dan keterbukaan terhadap perubahan adalah kunci untuk mengatasi dampak yang mungkin timbul.
“Sangat penting untuk mengadopsi pola pikir baru yang mendukung perubahan, karena reformasi pasti akan membawa dampak, dan kita perlu mempersiapkan solusi untuk menghadapinya, terutama dalam konteks pelayanan,” ungkap Kunta Wibawa saat kunjungan lapangan mengenai Implementasi Rujukan Berbasis Kompetensi Pelayanan (RBKP) dan Indonesia Diagnosis Related Groups.
Implementasi Teknologi Informasi yang Komprehensif
Dalam pernyataannya, Kunta menekankan bahwa selain memperkuat sistem teknologi informasi di rumah sakit yang menerapkan RBKP, perbaikan dalam aspek pelayanan dan kesiapan tenaga kesehatan juga menjadi faktor penting. Tenaga medis diharapkan dapat lebih baik dalam melakukan pengkodean dan pencatatan pasien.
Pentingnya Integrasi Layanan Kesehatan
Setelah tenaga kesehatan dan manajemen memiliki pola pikir yang seragam, rumah sakit perlu mengintegrasikan seluruh lini pelayanan ke dalam satu sistem teknologi informasi yang terintegrasi secara menyeluruh. Sistem ini harus mencakup semua proses dari saat pasien masuk, pemeriksaan laboratorium, hingga proses pemulihan setelah pulang.
- Proses pendaftaran pasien.
- Pemeriksaan laboratorium dan radiologi.
- Pemberian obat dan pengobatan.
- Monitoring pemulihan pasien.
- Pemulangan pasien dengan pemantauan pasca-perawatan.
Kunta menekankan bahwa semua fase ini perlu terhubung dalam satu aplikasi dan sistem untuk memastikan efektivitas pelayanan. Dengan pendekatan ini, setiap pasien dapat dipantau secara menyeluruh hingga mereka sembuh.
Peran Rumah Sakit dalam Pelayanan Kesehatan
Lebih lanjut, Kunta menjelaskan bahwa rumah sakit memiliki tiga fungsi utama yang saling terkait: pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Oleh karena itu, dukungan sistem informasi yang terintegrasi sangat penting agar ketiga fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik.
Kesiapan Sistem Digital dalam Transformasi Pelayanan Kesehatan
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Kebijakan Umum Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mickael Bobby Hoelman, menyoroti bahwa kesiapan sistem digital di rumah sakit adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam transformasi pelayanan kesehatan. Memasuki dekade kedua pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), DJSN menilai bahwa transformasi lanjutan pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) sangat mendesak untuk dilakukan.
“Transformasi pelayanan lanjutan ini penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu, adil, dan berkeadilan, terutama bagi para peserta JKN,” jelas Mickael. Setiap harinya, terdapat sekitar 1,9 juta pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN, di mana sekitar 442.000 pelayanan, atau 23 persen, merupakan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan dari lebih dari 3.200 FKRTL yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Menuju Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik
Dengan adanya berbagai inisiatif reformasi pelayanan kesehatan, kita dapat berharap untuk melihat peningkatan yang signifikan dalam kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penting bagi semua pihak yang terlibat untuk berkolaborasi dan mendukung perubahan ini agar tujuan reformasi dapat tercapai.
Selain itu, peran serta masyarakat dan stakeholder lainnya juga sangat diperlukan dalam mendukung reformasi ini. Kesadaran akan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas harus menjadi prioritas bersama, sehingga semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik.
Dengan pola pikir yang tepat dan dukungan sistem yang memadai, rumah sakit dapat memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya efisien tetapi juga efektif, menjawab kebutuhan masyarakat dengan lebih baik.
Kesimpulan
Reformasi pelayanan kesehatan adalah langkah penting yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Dengan adanya perubahan pola pikir tenaga kesehatan dan manajemen, serta penerapan teknologi informasi yang terintegrasi, diharapkan pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan lebih baik. Kerjasama antara semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih adil dan berkualitas.
➡️ Baca Juga: Ketua Komisi II DPRD Lampung Hadir dalam Pengukuhan Pengurus KTNA Provinsi Lampung untuk Masa Bhakti 2026-2031
➡️ Baca Juga: Temukan 5 Pilihan Facial Wash Terbaik untuk Kulit Kering Mulai dari Rp30 Ribu



