happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot gacor depo 10k slot depo 10k
desa sribhawonoGubernur LampungLampung TimurPemprov Lampungprogram pupuk hayati cairProvinsiRahmat Mirzani Djausalrumah produksi

Gubernur Mirza Kunjungi Rumah Produksi PHC di Desa Sribhawono untuk Evaluasi Kinerja

Pupuk Hayati Cair (PHC) menjadi salah satu inovasi penting dalam sektor pertanian yang berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman. Pada Kamis, 24 September 2026, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan kunjungan ke Rumah Produksi PHC Gapoktan Sri Maju yang terletak di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program PHC dan mendengarkan langsung pengalaman para petani terkait penggunaan pupuk ini.

Peran Penting PHC dalam Pertanian Berkelanjutan

Program PHC merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat penggunaan pupuk hayati. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong kemandirian petani dalam mengelola input produksi mereka. Dengan memanfaatkan pupuk hayati, diharapkan para petani dapat mencapai hasil yang lebih optimal.

Dialog dengan Petani dan Penyuluh

Selama kunjungan tersebut, Gubernur Mirza terlibat dalam dialog dengan petani dan penyuluh. Ia mendengarkan pengalaman mereka dalam menggunakan PHC untuk tanaman seperti singkong dan jagung. Salah satu petani mengungkapkan bahwa tanaman singkong yang telah ditanam selama lima bulan menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik, meskipun ada tanaman di lahan lain yang mengalami masalah kerontokan daun.

Pemakaian PHC di kalangan petani juga dilakukan melalui metode pengocoran dengan dosis yang disesuaikan. Hal ini menunjukkan bahwa para petani sudah mulai memahami pentingnya penggunaan pupuk hayati secara tepat dan tidak berlebihan.

Prinsip Penggunaan PHC yang Efektif

Gubernur Mirza menekankan pentingnya penggunaan pupuk hayati dengan bijaksana. Ia menyatakan, “Lebih baik sering daripada terlalu banyak,” menekankan bahwa pemakaian yang tepat dapat memberikan hasil yang lebih baik tanpa merusak tanaman.

Pengalaman dari Wilayah Lain

Penyuluh juga menyampaikan pengalaman positif dari penerapan PHC di daerah lain. Di Kabupaten Tulang Bawang, misalnya, produktivitas singkong meningkat dari sekitar 25 ton menjadi 33 ton per panen setelah menggunakan PHC. Sementara itu, hasil panen jagung juga mengalami peningkatan dari 7 ton menjadi 9 ton.

Capaian ini menjadi bahan pembelajaran penting bagi petani lainnya. Gubernur Mirza menekankan bahwa pengalaman lapangan ini harus terus dipelajari dan dikembangkan, terutama melalui pendampingan dari penyuluh dan penerapan yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Membangun Kapasitas Kelompok Tani

Dalam dialog tersebut, Gubernur Mirza juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kelompok tani. Ia mencatat bahwa ke depannya, kelompok tani tidak hanya menjadi pengguna pupuk hayati, tapi juga mampu mengembangkan produksi PHC secara mandiri. Ketua Gapoktan Sri Maju berharap agar kelompok tani mendapatkan akses untuk memperoleh biang PHC guna melakukan perbanyakan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa petani tidak meminta biang secara gratis, melainkan memerlukan akses dan pengetahuan tentang proses pengembangannya. Menanggapi hal ini, Gubernur Mirza menyatakan bahwa akses terhadap biang PHC dapat dibuka, namun petani perlu terbiasa menggunakan PHC terlebih dahulu sebelum memproduksinya sendiri.

Strategi Pembangunan dan Akses Pupuk Hayati

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa kehati-hatian dalam proses pembuatan biang sangat penting, karena kualitas biang akan mempengaruhi hasil produksi. Kesalahan dalam proses ini dapat berdampak luas pada pertanian. Ia menyampaikan rencana untuk menyediakan tempat pembuatan biang PHC di setiap kabupaten sebagai upaya untuk memperluas akses petani terhadap pupuk hayati.

“Rencana kami adalah mengajarkan petani cara menggunakan PHC. Jika sudah terbiasa, dalam dua tahun ke depan kami akan membuat tempat pembuatan biang di setiap kabupaten,” jelasnya. Langkah ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan petani terhadap produk pupuk jadi yang dinilai mahal.

Penerapan Program PHC di Lampung

Program PHC di Provinsi Lampung terus diperluas. Pada tahun 2026, terdapat 804 lokasi penerapan PHC. Jika dihitung sejak tahun 2025, program ini telah menjangkau total 1.304 lokasi yang tersebar di 1.238 desa di seluruh Provinsi Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penerapan PHC dapat mencapai 2.000 lokasi hingga akhir tahun 2026.

Di Kabupaten Lampung Timur, program PHC pada tahun 2026 sudah terealisasi di 86 lokasi, dan secara keseluruhan sejak tahun 2025, telah mencapai 169 lokasi di 164 desa. Capaian ini menunjukkan perluasan penerapan PHC di tingkat desa dan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pengalaman dan pendampingan di lapangan.

Mendorong Ekosistem Pertanian Mandiri

Melalui penguatan rumah produksi, peningkatan kapasitas kelompok tani, akses terhadap biang, serta pendampingan penyuluh, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan pupuk hayati. Diharapkan, tidak hanya berhenti pada penggunaan produk, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem produksi yang semakin mandiri di kalangan petani.

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan para petani di Provinsi Lampung dapat meningkatkan hasil pertanian mereka sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan di daerah tersebut.

    ➡️ Baca Juga: Analisis PHK 2026: Jawa Barat dan Sumatera Selatan Pimpin, Program JKP sebagai Solusi

    ➡️ Baca Juga: Mangkuluhur ARTOTEL Suites Selenggarakan Workshop Ecoprint Berbasis Lingkungan

    Related Articles

    Back to top button