Gaun ‘Balas Dendam’ Lady Diana Akan Dilelang di Sotheby’s dengan Nilai Fantastis

Gaun ikonik yang dikenakan oleh Diana, Putri Wales, pada malam September 1994, tidak hanya akan diingat karena desainnya yang menawan, tetapi juga karena makna mendalam yang terkandung di dalamnya. Dengan potongan hitam yang ketat, tanpa lengan, dan cukup pendek, gaun ini menjadi simbol dari sebuah tren mode yang kemudian dikenal dengan istilah “revenge dressing” atau busana balas dendam.
Sejarah Gaun Balas Dendam
Gaun yang dikenakan oleh Putri Diana pada malam yang sama ketika Pangeran Charles mengungkapkan perselingkuhannya di televisi, segera menarik perhatian media dan dijuluki “gaun balas dendam”. Kejadian ini menjadi demikian terkenal sehingga gaun tersebut bahkan memiliki halaman Wikipedia sendiri yang membahasnya secara mendetail.
Setelah lebih dari dua dekade, gaun ini akan kembali menjadi sorotan karena akan dilelang untuk pertama kalinya sejak tahun 1997. Sotheby’s, rumah lelang terkemuka, akan menggelar lelang ini pada bulan Desember, dengan estimasi harga yang mengejutkan, yakni antara £110.000 (sekitar Rp2,6 miliar) hingga £220.000 (sekitar Rp5,2 miliar). Sebelum dilelang, gaun rancangan Christina Stambolian ini akan dipamerkan di London, sebelum berlanjut ke Hong Kong, Jenewa, dan New York.
Makna di Balik Desain
Morgane Halimi, kepala divisi tas tangan dan fesyen global di Sotheby’s, menyatakan bahwa gaun ini termasuk dalam kategori yang sangat eksklusif karena warisannya jauh melampaui aspek desain semata. “Gaun ini menempati posisi yang unik dalam sejarah mode karena mencerminkan momen langka di mana sebuah pakaian melampaui fungsi estetika dan menjadi bagian dari narasi budaya,” ungkapnya.
Sejak tahun 1990-an, gaun ini telah menjadi pusat perhatian. Saat Diana menjualnya dalam lelang amal pada tahun 1997, gaun tersebut berhasil mengumpulkan £39.098, yang setara dengan hampir £100.000 jika dihitung dengan nilai saat ini. Sejak saat itu, gaun ini telah dimiliki oleh keluarga yang membelinya dan tetap menjadi bagian dari sejarah mode.
Viralnya Gaun Balas Dendam
Meskipun gaun ini dikenakan pada era sebelum internet menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, gaun balas dendam ini mampu menciptakan momen viral. Ini menunjukkan bagaimana Diana berhasil mengendalikan narasi publik di tengah situasi yang sulit. “Dia menciptakan penampilan yang belum pernah dilihat sebelumnya,” lanjut Halimi. “Itu memungkinkan dia untuk menunjukkan tekadnya dalam membela diri dan mengambil alih narasi dari sebuah kisah yang sangat menyedihkan.”
Gaun ini sangat kontras dengan penampilan yang biasanya ditunjukkan oleh Diana di depan publik. Pada malam itu, ia memilih gaun tersebut alih-alih gaun tradisional karya Valentino yang awalnya direncanakan untuk dikenakan. Stambolian pun mengibaratkan penampilannya dengan karakter angsa hitam, Odile, dalam balet Swan Lake.
Penampilan yang Berani
“Dia memilih untuk tidak memerankan adegan itu sebagai Odette, yang terlihat polos dalam balutan gaun putih,” jelas sang desainer kepada Harper’s Bazaar pada tahun 2022. “Dia jelas marah. Dia memerankannya seperti Odile dengan gaun hitam. Dia mengenakan cat kuku merah cerah yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Dia berkata: ‘Mari kita berbuat jahat malam ini.’”
Jika gaun Stambolian kini menjadi simbol dari busana balas dendam, Halimi menggarisbawahi bahwa pilihan Diana sebenarnya berakar dari tradisi lama. “Orang-orang telah lama menggunakan pakaian untuk menandakan kepercayaan diri, transformasi, atau sebuah babak baru dalam hidup mereka,” pungkasnya. “Apa yang dilakukan Diana adalah mengkristalkan gagasan tersebut dalam satu gambar yang langsung dipahami oleh dunia. Istilah ‘busana balas dendam’ kemudian menjadi bagian dari kosakata budaya berkat gaun ini.”
Warisan Mode Diana
Hampir tiga dekade setelah kepergiannya, Diana tetap menjadi panutan mode bagi generasi muda. Pada tahun 2013, Rihanna memberikan pujiannya terhadap gaya Diana, menyatakan, “Setiap penampilannya selalu tepat. Dia tampil dengan gaya yang sangat berani.”
Selain itu, banyak akun di media sosial yang didedikasikan untuk gaya ikonik sang putri. Salah satunya adalah akun @ladydirevengelooks, yang telah mengumpulkan lebih dari 100.000 pengikut sejak didirikan pada tahun 2018. Akun-akun ini mencerminkan minat yang terus berkembang terhadap gaya dan warisan Diana.
Pakaian sebagai Simbol
Salah satu alasan mengapa pilihan mode Diana terus menarik perhatian generasi muda adalah karena gaya yang ia tunjukkan jauh melampaui zamannya. “Banyak hal yang kita kagumi pada ikon gaya kontemporer – kemampuan untuk menyampaikan identitas, kepercayaan diri, dan individualitas melalui pakaian – adalah kualitas yang sudah diwujudkan Diana beberapa dekade yang lalu,” kata Halimi.
- Gaun balas dendam sebagai simbol pemberdayaan.
- Pakaian yang merefleksikan kepercayaan diri dan transformasi.
- Pengaruh Diana pada generasi muda dalam hal mode.
- Peranan media sosial dalam merayakan gaya Diana.
- Sejarah dan warisan yang ditinggalkan oleh busana ikonik ini.
Yang paling penting, orang-orang tidak hanya terinspirasi oleh apa yang Diana kenakan; mereka terinspirasi oleh makna yang diwakili oleh pilihan fesyennya. Gaun ini tidak hanya menjadi sekadar pakaian, tetapi juga simbol dari kebangkitan dan keberanian seorang wanita yang berani melawan norma dan ekspektasi yang ada di sekitarnya.
➡️ Baca Juga: Kuba Alami Kerugian 8 Miliar Dollar AS Karena Embargo, Rakyat Hadapi Krisis Listrik
➡️ Baca Juga: Indef Mengusulkan Program Tukar Tambah Motor Bensin dengan Motor Listrik untuk Lingkungan




