Dirut Bulog Pastikan Distribusi Beras di Kalimantan Terus Berlanjut Meski Ada Kabut Asap

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa distribusi beras di wilayah Kalimantan akan tetap berlangsung meskipun terpengaruh oleh kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Penyesuaian akan dilakukan sesuai dengan perkembangan situasi yang ada.
Pentingnya Ketahanan Pangan di Tengah Krisis
Rizal menyatakan bahwa meskipun ada gangguan akibat asap, pihaknya tetap menjalankan semua program pelayanan kepada masyarakat. Namun, mereka akan melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan distribusi beras berdasarkan situasi terkini terkait kabut asap yang berkepanjangan di beberapa daerah di Kalimantan.
“Kami akan tetap melaksanakan program kami seperti biasa, meskipun ada gangguan dari kebakaran hutan. Namun, kami akan menyesuaikan dengan imbauan dari pemerintah,” jelas Rizal di Jakarta pada Selasa malam, 1 September.
Penghentian Sementara Layanan di Beberapa Daerah
Rizal menguraikan bahwa beberapa wilayah, seperti Sampit, terpaksa menghentikan pelayanan distribusi beras sementara waktu. Hal ini disebabkan oleh kondisi kabut asap yang mengakibatkan jarak pandang menjadi sangat terbatas, sehingga keselamatan petugas lapangan menjadi prioritas utama.
Menurut Rizal, situasi ini bersifat sementara. Bulog terus memantau perkembangan cuaca dan berencana untuk melanjutkan distribusi begitu kondisi jarak pandang membaik, sehingga proses bisa dilakukan dengan aman.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Bulog juga telah menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat yang terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan.
Koordinasi ini penting untuk menghitung kebutuhan bantuan bencana, sehingga penyaluran cadangan pangan pemerintah dapat dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan permintaan dari masing-masing pemerintah daerah secara bertahap.
Komitmen Bulog untuk Mendukung Masyarakat Terdampak
Rizal mengungkapkan bahwa pemerintah daerah dipersilakan untuk mengajukan kebutuhan bantuan jika diperlukan. Bulog siap memberikan dukungan kepada masyarakat yang terpengaruh oleh kabut asap di Kalimantan, serta wilayah-wilayah lain yang mengalami bencana, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola secara nasional mencapai 4,9 juta ton hingga 1 September 2026.
Lebih lanjut, Rizal menambahkan bahwa semua gudang Bulog di wilayah Kalimantan berada dalam kondisi yang aman. Lokasi gudang-gudang tersebut jauh dari kawasan hutan, sehingga tidak terpengaruh oleh kebakaran maupun ancaman api selama penanganan bencana berlangsung.
Menjaga Kualitas dan Ketersediaan Stok Beras
Sebagai langkah untuk menjaga ketersediaan pangan, Bulog terus memastikan bahwa kualitas dan ketersediaan stok beras tetap terjaga. Ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa gangguan yang berarti, terutama selama masa darurat akibat kabut asap.
Walaupun Rizal tidak mengungkapkan jumlah pasti stok beras yang tersedia di wilayah Kalimantan secara keseluruhan, ia menekankan bahwa distribusi beras akan terus didorong ke titik penyaluran selama kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan. Ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan.
Strategi Distribusi yang Adaptif
Rizal menjelaskan bahwa mereka akan menyesuaikan proses distribusi dengan kondisi yang ada. “Jika cuaca dan jarak pandang memungkinkan, kami akan terus mendorong distribusi hingga ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan,” tegasnya.
Kesimpulan
Dalam situasi sulit seperti ini, komitmen Bulog untuk memastikan distribusi beras di Kalimantan tetap berlangsung menunjukkan pentingnya ketahanan pangan. Dengan koordinasi yang baik dan penyesuaian yang cepat terhadap kondisi lapangan, diharapkan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi meskipun dalam situasi yang menantang.
➡️ Baca Juga: Pemkab Bandung Luncurkan PSEL di Margaasih untuk Menangani Masalah Sampah
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Luncurkan Posko Mudik Pertama untuk Pengguna Seri Polytron G3




