Pertamina Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Pesisir NTB Melalui Sekolah Alam

Pentingnya pendidikan yang berkualitas dan lingkungan yang sehat bagi masyarakat pesisir tidak dapat diabaikan. Dengan tantangan yang dihadapi, seperti perubahan iklim dan keterbatasan akses pendidikan, PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Program Sekolah Alam Anak Pesisir, yang diadakan di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat (NTB), bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui integrasi pendidikan dan lingkungan.
Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dalam upaya ini, Pertamina berfokus pada pengembangan potensi masyarakat dan peningkatan akses pendidikan yang layak.
“Dengan Sekolah Alam Anak Pesisir, kami tidak hanya menciptakan ruang belajar yang informatif, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami yakin bahwa kombinasi antara pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ungkap Dian.
Program yang Berkelanjutan Sejak 2024
Sejak diluncurkan pada tahun 2024, program ini telah menjangkau 135 anak pesisir, menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran utama. Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memahami ekosistem mangrove, menjaga lingkungan, serta mengembangkan kreativitas mereka.
Proses belajar mengajar ini meliputi pengenalan terhadap potensi ekonomi lokal, sehingga anak-anak dapat memahami nilai dari sumber daya yang ada di sekitar mereka.
Dampak Lingkungan dari Program Sekolah Alam
Dari perspektif lingkungan, program ini berhasil mendukung penanaman sebanyak 4.500 bibit mangrove. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi untuk rehabilitasi pesisir, tetapi juga memiliki potensi penyimpanan karbon yang signifikan, mencapai 80,763 ton CO2 per hektare. Ini adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Kontribusi dalam Pendidikan dan Ekonomi
Dalam aspek pendidikan, program ini telah melibatkan sekitar 1.772 peserta dalam 11 kegiatan pembelajaran yang berfokus pada ekosistem pesisir. Setiap tahun, program ini juga mengadakan 860 kunjungan ke lokasi edukasi mangrove dan pesisir, memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak.
Di sisi ekonomi, inisiatif ini berhasil menciptakan tambahan pendapatan bagi kelompok masyarakat berbasis potensi lokal, mencapai Rp24 juta per tahun. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan efisiensi biaya energi dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang menghemat hingga Rp6,6 juta per tahun.
Mendorong Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Program Sekolah Alam Anak Pesisir tidak hanya fokus pada pendidikan dan lingkungan, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir. Dian menekankan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci untuk keberhasilan inisiatif ini.
“Partisipasi aktif dari masyarakat setempat sangat penting dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Kami percaya bahwa dengan bekerjasama, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pendekatan Pembelajaran 3E
Keunggulan dari Sekolah Alam Anak Pesisir terletak pada pendekatan pembelajaran yang dikenal dengan istilah 3E, yaitu ekologi, edukasi, dan ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak untuk belajar secara holistik, mengambil pelajaran dari lingkungan sekitar mereka.
Kawasan mangrove, pesisir, serta ruang terbuka lainnya digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif. Anak-anak diajarkan cara menanam dan merawat mangrove, mengenali ekosistem pesisir, serta memainkan permainan tradisional yang mengedukasi.
Proses Pengembangan Program
Proses pengembangan program Sekolah Alam dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2024, fokus utama adalah pembentukan kelompok masyarakat dan pembangunan Rumah Literasi yang berfungsi sebagai ruang belajar. Selain itu, program juga meningkatkan kapasitas dengan melakukan benchmarking ke Anak Alam Learning House yang terletak di Sumbawa, NTB.
Selanjutnya, pada tahun 2025, pengembangan kurikulum 3E akan menjadi acuan dalam proses pembelajaran. Ini diharapkan dapat memberikan struktur yang lebih jelas dalam pendidikan kepada anak-anak pesisir.
Rencana Pengembangan Selanjutnya
Melanjutkan upaya ini, pada tahun 2026, program Pertakid akan dikembangkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Alam Anak Pesisir. Rencana ini bertujuan untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas pendidikan yang diterima oleh anak-anak pesisir.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan Sekolah Alam Anak Pesisir dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan di Nusa Tenggara Barat.
Menghadapi Tantangan di Masa Depan
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari dampak yang telah dicapai, tetapi juga dari tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan, serta keterbatasan sumber daya menjadi isu penting yang harus dihadapi bersama.
Pendidikan yang berkelanjutan dan kesadaran lingkungan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. Dengan terus mengedukasi anak-anak dan masyarakat, kita dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih siap menghadapi perubahan.
Peran Masyarakat dalam Keberlanjutan Program
Untuk memastikan keberlangsungan program Sekolah Alam Anak Pesisir, peran aktif masyarakat sangatlah penting. Keterlibatan mereka dalam setiap aspek program akan menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberhasilan inisiatif ini.
- Mendorong partisipasi anak-anak dalam kegiatan belajar di alam.
- Membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
- Menumbuhkan kreativitas melalui kegiatan berbasis alam.
- Memberikan dukungan terhadap pengelolaan sumber daya lokal.
- Berpartisipasi dalam kegiatan pemeliharaan ekosistem pesisir.
Kesimpulan
Program Sekolah Alam Anak Pesisir yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga adalah langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir di NTB. Dengan pendekatan yang terpadu antara pendidikan, lingkungan, dan ekonomi, program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan anak-anak pesisir. Melalui kolaborasi dan partisipasi aktif, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Festival Horor MotelX Lisbon: Temukan Keindahan dalam Kengerian Mimpi Buruk
➡️ Baca Juga: Laga Indonesia vs Bulgaria: Head to Head dan Live Streaming Gratis di Vidio



