21 Bangunan Rentan Pasca Gempa Flores: PU Kembali Bangun Fasilitas Publik dengan Kearifan Lokal

Setelah terjadinya gempa yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), perhatian terhadap bangunan layanan publik yang terdampak menjadi prioritas utama. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk segera melakukan penanganan dengan tetap mengedepankan kearifan lokal serta melibatkan masyarakat setempat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam upaya ini, mereka menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya sambil memperkuat infrastruktur yang ada untuk mengurangi risiko di masa depan.
Pernyataan dari Menteri Pekerjaan Umum
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya koordinasi saat meninjau kondisi bangunan, termasuk Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai. Dalam kunjungannya pada Jumat (28/8), ia menegaskan bahwa kearifan lokal harus tetap terjaga dalam setiap proyek rehabilitasi yang dilakukan.
Koordinasi dengan Pengelola Bangunan
“Setiap kali kami melakukan perbaikan atau pembangunan ulang, penting untuk tetap berkoordinasi dengan pengelola bangunan yang bersangkutan,” jelas Menteri Dody. Ini adalah langkah krusial agar hasil akhir dari pemulihan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat pengguna.
Asesmen untuk Penanganan Bangunan
Menteri Dody juga menekankan bahwa hasil dari asesmen harus menjadi acuan utama dalam strategi penanganan. Bangunan yang masih dalam kondisi baik akan direhabilitasi, sedangkan yang mengalami kerusakan berat akan dibangun kembali dengan struktur yang lebih kokoh dan sesuai dengan karakteristik daerah rawan gempa.
Pentingnya Kearifan Lokal dan Standar Keselamatan
“Kearifan lokal harus dijaga agar tidak hilang. Dalam pembangunan gereja, misalnya, kami akan berkoordinasi dengan pastor. Sedangkan untuk masjid, kami akan bekerja sama dengan pengurus masjid,” tambahnya. Dody menekankan bahwa penerapan kearifan lokal tidak akan mengurangi standar keselamatan, sehingga semua bangunan yang diperbaiki atau dibangun kembali harus dirancang agar tahan terhadap gempa.
Prinsip Build Back Better
Pendekatan yang diterapkan sejalan dengan prinsip “build back better” yang mengedepankan kualitas, keamanan, dan ketahanan terhadap bencana. Kementerian PU juga mengharuskan pelibatan masyarakat dalam setiap proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perekonomian lokal tetap berjalan dengan baik.
Pelibatan Masyarakat dalam Proses Rehab-Rekon
“Kami wajib melibatkan masyarakat setempat dalam setiap langkah rehabilitasi, sehingga mereka tidak kehilangan mata pencaharian. Dengan demikian, mereka dapat kembali berkontribusi dalam proses pembangunan di daerah yang paling terdampak,” ungkap Dody. Ini adalah langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat dan memastikan bahwa mereka terlibat aktif dalam pembangunan yang mempengaruhi kehidupan mereka.
Evaluasi Bangunan Terdampak
Dari data yang diperoleh Direktorat Jenderal Cipta Karya hingga 26 Agustus 2026, telah dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan di 66 lokasi pada tujuh kabupaten yang terdampak gempa di NTT, termasuk Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
Hasil Pemeriksaan Bangunan
Dari total 350 bangunan yang telah diperiksa, hasilnya menunjukkan:
- 229 bangunan dinyatakan dapat digunakan kembali
- 49 bangunan dapat digunakan dengan pembatasan tertentu
- 21 bangunan dinyatakan tidak aman untuk digunakan
- 21 bangunan lainnya memerlukan perhatian khusus
- Proses rehabilitasi akan difokuskan pada bangunan yang masih layak
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat di Pulau Flores tidak hanya mendapatkan fasilitas yang lebih baik pasca gempa, tetapi juga dapat berperan aktif dalam proses pemulihan yang mengedepankan kearifan lokal dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung agar semua langkah yang diambil dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Membangun Kesadaran dan Ketahanan Masyarakat
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, penting juga untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai ketahanan terhadap bencana. Edukasi tentang cara menghadapi gempa bumi dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil sangat diperlukan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam program pelatihan dan simulasi agar mereka lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di masa depan.
Pendidikan dan Pelatihan untuk Ketahanan Bencana
Pendidikan mengenai bencana harus menjadi bagian integral dari kurikulum di sekolah-sekolah. Dengan memberikan pengetahuan yang tepat, generasi mendatang akan lebih siap dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko yang mungkin dihadapi.
Rekomendasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU juga merekomendasikan penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini tidak hanya akan mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Material Ramah Lingkungan
Pemilihan material yang tepat dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan daya tahan bangunan. Beberapa rekomendasi material yang dapat digunakan antara lain:
- Batu bata ramah lingkungan
- Kayu dari sumber yang terkelola
- Material daur ulang
- Beton dengan campuran bahan alami
- Atap tahan gempa yang ringan
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, diharapkan bangunan yang dibangun kembali dapat lebih kuat, tahan lama, dan selaras dengan lingkungan sekitar.
Mendorong Inovasi dalam Rekonstruksi
Inovasi dalam rekonstruksi juga menjadi kunci untuk memastikan bahwa bangunan yang dibangun kembali tidak hanya memenuhi standar keselamatan tetapi juga memperhatikan estetika dan kebutuhan masyarakat. Teknologi modern dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembangunan yang lebih efisien dan efektif.
Teknologi dalam Konstruksi
Penerapan teknologi seperti pemodelan informasi bangunan (BIM) dan teknik konstruksi modular dapat mempercepat proses pembangunan dan meminimalkan limbah. Ini juga akan membantu dalam menciptakan desain yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lingkungan.
Dengan semua langkah ini, diharapkan pulau Flores tidak hanya pulih dari dampak gempa tetapi juga dapat berkembang menjadi daerah yang lebih kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut.
➡️ Baca Juga: Facebook Memberikan Kompensasi Rp50 Juta/Bulan untuk Kreator, Ketahui Syarat Program Terbaru Ini
➡️ Baca Juga: Banjir Melanda Demak dan Meluas ke Enam Desa Terkena Dampak




