Gangguan Layangan Berkurang 65 Persen, Keamanan Whoosh Meningkat Pesat

BANDUNG – Dalam upaya menjaga keselamatan dan keamanan jalur kereta cepat Whoosh, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berhasil mencatat penurunan signifikan dalam jumlah insiden layang-layang yang tersangkut di sepanjang jalur tersebut. Perbandingan data menunjukkan bahwa pada bulan September 2026, kejadian ini mengalami penurunan hingga 65 persen dibandingkan dengan rata-rata kejadian pada periode sebelumnya, yakni Juni hingga Agustus 2026.
Perkembangan Positif Keamanan Whoosh
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa pada bulan September tercatat hanya 26 kejadian layang-layang yang tersangkut. Sebelumnya, rata-rata kejadian pada tiga bulan sebelumnya mencapai sekitar 75 kejadian per bulan. Penurunan ini menjadi salah satu indikator bahwa langkah-langkah yang diambil oleh KCIC dalam meningkatkan keamanan jalur kereta cepat Whoosh menunjukkan hasil yang positif.
Apresiasi untuk Masyarakat
Eva menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga keselamatan jalur Whoosh. Menurutnya, penurunan jumlah insiden ini mencerminkan kerjasama yang baik antara KCIC dan masyarakat. “Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat penting untuk menjaga perjalanan Whoosh tetap aman, lancar, dan andal,” tuturnya dalam sebuah pernyataan resmi pada 8 Oktober.
Statistik Kejadian Layang-Layang Tersangkut
Data dari KCIC menunjukkan bahwa tren kejadian layang-layang tersangkut mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Juni 2026, tercatat 78 kejadian, diikuti dengan 90 kejadian pada bulan Juli, dan 58 kejadian pada bulan Agustus. Namun, angka tersebut menurun drastis menjadi 26 kejadian pada bulan September. Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan mulai membuahkan hasil.
Tindakan Pencegahan yang Diterapkan
KCIC tidak hanya mengandalkan kesadaran masyarakat, tetapi juga melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan. Lebih dari 530 personel pengamanan telah dikerahkan di stasiun-stasiun dan sepanjang jalur kereta cepat Whoosh. Petugas ini bertugas melakukan patroli secara terus-menerus selama 24 jam dengan pengawasan yang terstruktur setiap 500 meter.
- Patroli keamanan dilakukan setiap hari tanpa henti.
- Pengawasan dilakukan setiap 500 meter untuk memastikan tidak ada aktivitas berisiko.
- Tim siap melakukan pemantauan dan penanganan insiden layang-layang.
- Petugas dilatih untuk menangani situasi darurat yang mungkin terjadi.
- Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain layang-layang di dekat jalur kereta.
Area Rawan Insiden Layang-Layang
Eva juga menjelaskan bahwa kejadian layang-layang banyak terjadi di beberapa koridor, termasuk Padalarang, Cimahi, Kota Bandung, hingga Kabupaten Bandung. Insiden ini sering kali terjadi di sekitar kawasan permukiman dan ruang terbuka, khususnya saat waktu-waktu tertentu. Aktivitas bermain layang-layang cenderung meningkat saat liburan sekolah, dengan waktu paling banyak terjadi antara pukul 15:00 hingga 18:00 WIB.
Dampak Negatif dari Benang Layangan
Selain mengganggu jalur, benang layangan yang masuk ke area jalur kereta cepat dapat menimbulkan bahaya serius terhadap sistem kelistrikan kereta. Jika benang tersebut tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS) atau pantograf kereta, hal ini bisa mengakibatkan gangguan operasional. “Kondisi ini harus segera ditangani oleh petugas. Dalam situasi tertentu, perjalanan kereta bisa ditahan sementara demi menjaga keselamatan,” jelas Eva.
Imbauan kepada Masyarakat
Untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang, KCIC mengimbau kepada masyarakat agar tidak bermain layang-layang dalam radius minimal tiga kilometer dari sisi jalur kereta cepat. Selain itu, mereka juga dianjurkan untuk menghindari aktivitas lain yang bisa berisiko di sekitar jalur. “Kami berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan. Upaya pengawasan dan edukasi akan terus dilakukan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan dan kepedulian bersama,” ujar Eva.
Kesimpulan: Kolaborasi untuk Keamanan
Dengan penurunan signifikan dalam jumlah insiden layang-layang tersangkut, KCIC menunjukkan bahwa kolaborasi antara pihaknya dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan jalur kereta cepat Whoosh. Upaya yang dilakukan oleh KCIC dalam meningkatkan pengawasan dan pencegahan adalah langkah yang selaras dengan harapan masyarakat akan perjalanan yang aman dan lancar. Keberhasilan tersebut hanya dapat dicapai melalui kerjasama yang baik dan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta.
➡️ Baca Juga: RSUP Dr. Sardjito Manfaatkan Gas Bumi PGN untuk Hemat Biaya Operasional Hingga 75%
➡️ Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Shop Kolaborasi dengan Kemendag untuk Latih Perempuan Pelaku Usaha di Hari Kartini




