Kabel Bawah Laut Jakarta-Singapura Resmi Beroperasi untuk Memperkuat Jaringan Internasional

Jakarta – Dalam era digital yang semakin berkembang, kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan handal menjadi prioritas utama. Gangguan pada kabel bawah laut yang dapat menyebabkan hilangnya akses internet internasional mendorong perlunya pengembangan infrastruktur jaringan yang lebih kuat di Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, PT Jala Lintas Media (JLM) resmi mengoperasikan sistem kabel bawah laut baru, yang dinamakan INSIGHT, yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat jaringan internasional dan memberikan alternatif yang lebih andal bagi pengguna layanan data.
Pentingnya Infrastruktur Kabel Bawah Laut
Keberadaan kabel bawah laut sangat krusial dalam menjamin kelancaran konektivitas antar negara. Pasalnya, kerusakan pada kabel bawah laut yang sudah ada bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki. Victor Irianto, CEO JLM, menyoroti pentingnya menambah backbone jaringan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur. Dengan adanya INSIGHT, diharapkan masalah konektivitas dapat teratasi lebih cepat dan efisien.
“Perbaikan kabel laut yang putus itu membutuhkan waktu minimal satu sampai tiga bulan, sehingga menjadi langkah yang tepat untuk menghadirkan backbone sendiri,” ungkap Victor dalam pernyataan resminya.
Spesifikasi dan Rute Kabel INSIGHT
Jaringan kabel bawah laut INSIGHT membentang sepanjang 1.123 kilometer, menghubungkan Jakarta dan Batam sejauh 1.053 km, dengan sisa rute menuju Singapura. Dengan kapasitas luar biasa hingga 30 Terabit per detik (Tbps), jaringan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan data yang terus meningkat.
Radumalem Tarigan, General Manager Network Service Solution JLM, menjelaskan bahwa Singapura dipilih sebagai hub strategis karena perannya yang signifikan sebagai gerbang internet internasional di kawasan ASEAN. “INSIGHT ini menjadi alternatif route untuk Indonesia ke gerbang internasional, salah satu hub-nya ada di Singapura,” kata Radumalem.
Target Pasar Kabel Bawah Laut INSIGHT
Penting untuk dicatat bahwa kabel bawah laut baru ini tidak ditujukan untuk konsumen rumah tangga. Fokus utama dari jaringan ini adalah pada segmen operator telekomunikasi, data center, penyedia layanan cloud, dan ISP. Dengan demikian, INSIGHT diharapkan mampu memberikan solusi bagi para pelaku industri yang membutuhkan konektivitas cepat dan stabil.
Dampak Perkembangan Teknologi AI
Perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI), juga menjadi faktor pendorong penting dalam peningkatan kebutuhan konektivitas. Victor menekankan bahwa sekitar 3 hingga 5 persen dari investasi ekosistem AI bergantung pada konektivitas yang memadai. “Jadi, kami ingin memenuhi kebutuhan AI itu. INSIGHT ini diharapkan bisa jadi bagian dari 5 persen ekosistem AI dan di sektor digital lainnya,” jelas Victor.
Radumalem menambahkan bahwa pemrosesan AI memerlukan bandwidth yang sangat besar. Sebagian besar sumber data untuk aplikasi AI berasal dari luar negeri, sehingga konektivitas internasional menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. “AI itu butuh data yang banyak sekali, butuh bandwidth yang besar dan konektivitas internasional karena sumbernya bukan di Indonesia, sumbernya ada di luar,” papar Radumalem.
Mempertahankan Kualitas Jaringan
Seiring dengan bertambahnya kapasitas dan kebutuhan data, penting untuk menjaga kualitas jaringan. Banyak kabel bawah laut yang sudah beroperasi selama 15 hingga 20 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kinerja. Victor menjelaskan bahwa masalah seperti delay atau keterlambatan dalam pengiriman data dapat terjadi seiring penuaan infrastruktur tersebut.
Dengan menambahkan jalur baru, INSIGHT diharapkan dapat mengimbangi permintaan yang terus meningkat dan menjaga kualitas jaringan agar tetap optimal. Penambahan infrastruktur ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga tentang keandalan dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Proyeksi Masa Depan Konektivitas Internasional
Dengan peluncuran kabel bawah laut INSIGHT, Indonesia bersiap memasuki era baru dalam hal konektivitas internasional. JLM berharap bahwa kehadiran kabel ini akan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh industri digital dalam hal kebutuhan bandwidth dan stabilitas jaringan.
Langkah ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur digital di seluruh negeri, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan inovasi teknologi. Dengan konektivitas yang lebih baik, diharapkan Indonesia dapat bersaing lebih baik di kancah global.
Keunggulan Kabel Bawah Laut INSIGHT
- Meningkatkan kapasitas jaringan hingga 30 Tbps.
- Menawarkan rute alternatif untuk konektivitas internasional.
- Menunjang kebutuhan konektivitas untuk sektor telekomunikasi dan data center.
- Mendukung perkembangan teknologi AI yang membutuhkan bandwidth besar.
- Memperkuat ketahanan jaringan terhadap gangguan dan kerusakan.
Dengan berbagai keunggulan ini, kabel bawah laut Jakarta-Singapura menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur digital di Indonesia. Harapannya, konektivitas yang lebih baik dapat mendorong pertumbuhan industri dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Kesimpulan: Langkah Strategis Menuju Konektivitas yang Lebih Baik
Secara keseluruhan, pengoperasian kabel bawah laut Jakarta-Singapura ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan infrastruktur konektivitas di Indonesia. Dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan data yang terus meningkat, kehadiran INSIGHT diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di arena digital global.
➡️ Baca Juga: Parkir Tepi Jalan Berlangganan di Jawa Barat, Tarif Rp50 Ribu untuk Motor dan Rp100 Ribu untuk Mobil per Tahun
➡️ Baca Juga: Piala AFF Futsal 2026: Indonesia Siap Bertanding Memukau di Thailand




