Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

slot gacor depo 10k slot depo 10k
Pendidikan

AI Tidak Menggantikan Bahasa Inggris, Malah Meningkatkan Kebutuhan di Lingkungan Kerja

Kebangkitan kecerdasan buatan atau yang biasa dikenal dengan istilah Artificial Intelligence (AI) ternyata tidak berdampak pada pengurangan pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dalam dunia bisnis. Bahkan, kehadiran AI justru menambah tingginya kebutuhan akan keterampilan berbahasa Inggris sebagai pijakan dalam komunikasi digital secara global. Hal ini terbukti dari hasil laporan TOEIC Global English Skills Report oleh Educational Testing Service (ETS) yang diadakan di Jakarta dengan melibatkan 1.300 Human Resources (HR) dari 17 negara.

Dalam laporan tersebut, Janet Garcia selaku President ETS menegaskan bahwa teknologi penerjemah AI tidak mengurangi relevansi dari pembelajaran bahasa asing. Bahkan data menunjukkan sebanyak 81% pemberi kerja merasa bahwa AI justru meningkatkan kebutuhan akan kemampuan berbahasa Inggris. “AI tidak menggantikan bahasa Inggris. Keterampilan ini masih sangat dibutuhkan untuk memungkinkan manusia berkomunikasi dengan jelas, mengevaluasi informasi, dan berkolaborasi secara efektif melalui perintah yang tepat,” ujar Janet di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Indonesia mendapatkan sorotan khusus dalam laporan tahunan ini. Ratnesh Kumar Jha, General Manager Institutional Language Products ETS, mengungkapkan temuan mengejutkan namun juga optimistis bagi pasar tenaga kerja Indonesia. “Di Indonesia, 100 persen HR profesional yang kami survei menyatakan bahwa kemampuan bahasa Inggris jauh lebih penting saat ini dibandingkan dengan lima tahun lalu,” ungkap Ratnesh.

Angka tersebut adalah salah satu yang tertinggi di dunia, mencerminkan ambisi Indonesia untuk menjadi lebih kompetitif di rantai pasok global dan jaringan bisnis internasional. Laporan tersebut juga mencatat beberapa poin penting bagi tenaga kerja Indonesia yang berawal dari aspek keunggulan kompetitif. Sebanyak 87% responden berpendapat bahwa karyawan yang tidak mahir berbahasa Inggris akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan secara profesional.

Dalam hal mobilitas global, 91% responden yakin bahwa standarisasi kemampuan bahasa Inggris melalui tes seperti TOEIC akan meningkatkan mobilitas tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, serupa dengan kesuksesan yang telah diraih oleh Jepang dan Korea Selatan. Standarisasi menjadi kunci utama saat ini karena perusahaan semakin mengandalkan tes standar yang kredibel untuk memvalidasi kemampuan nyata calon karyawan di tengah tren rekrutmen digital yang terus berkembang.

ETS juga merespon kebutuhan pasar yang semakin dinamis dengan memperkenalkan TOEIC Link, sebuah solusi asesmen online modular. Alat ini dirancang untuk memberikan hasil secara real-time, membantu perusahaan di Indonesia mempercepat proses rekrutmen, pelatihan, hingga strategi peningkatan keterampilan (upskilling) karyawan agar tetap sejalan dengan perkembangan.

    ➡️ Baca Juga: Pejabat IMF Menyatakan Asia Perlu Mendorong Diversifikasi Sumber Energi untuk Stabilitas Ekonomi

    ➡️ Baca Juga: IHSG Meningkat Signifikan Setelah Pernyataan Donald Trump, Pasar Semakin Bergairah

    Related Articles

    Back to top button