Imam Darto Ajak Aci Resti dan Fajar Nugra Bergabung dalam Film Horor Komedi Hungry Ghost Festival

Jakarta – Imam Darto kembali memukau penggemar film Indonesia dengan karya terbarunya, sebuah film horor komedi berjudul Hungry Ghost Festival. Dalam proyek ini, Darto tidak hanya berperan sebagai sutradara, tetapi juga sebagai penulis cerita yang cerdas, menggabungkan elemen humor, misteri, dan teror supranatural. Film yang diproduksi oleh MVP Pictures ini diperkenalkan kepada publik melalui teaser trailer yang dirilis menjelang akhir periode Ghost Month, sebuah tradisi yang kaya akan makna dan simbolisme.
Pengantar Budaya Tionghoa-Indonesia
Film ini mengajak penonton untuk menyelami tradisi Tionghoa-Indonesia, dengan melibatkan sejumlah aktor berbakat seperti Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra. Mereka tidak hanya berperan dalam film, tetapi juga diajak untuk lebih memahami budaya yang menginspirasi cerita. Momen ini menjadi penting, mengingat film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah medium untuk mengenalkan tradisi kepada generasi muda.
Dalam rangka memperdalam pemahaman tentang Hungry Ghost Festival, para pemain mengunjungi Klenteng Bu An Kiong di Bekasi dan Vihara Boen San Bio di Tangerang. Pengalaman mereka mencerminkan bagaimana tradisi ini masih hidup dan relevan hingga saat ini. Fajar Nugra bahkan merasakan langsung suasana Sembahyang Rebutan, yang merupakan bagian integral dari perayaan tersebut. Menurutnya, pengalaman ini adalah sesuatu yang patut dibagikan kepada orang lain karena keunikan dan keceriaannya.
Generasi Muda dan Pelestarian Tradisi
Aci Resti juga mengamati hal menarik mengenai keterlibatan generasi muda dalam melestarikan tradisi ini. Ia mencatat bahwa partisipasi anak muda dalam perayaan menunjukkan betapa pentingnya untuk menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama. “Menariknya buat gue karena acara ini para Gen Z yang melakukan, tradisinya masih berjalan turun-temurun,” ungkapnya.
Asal Usul dan Makna Hungry Ghost Festival
Hungry Ghost Festival terinspirasi dari tradisi yang dikenal sebagai Zhongyuan Festival. Di Indonesia, festival ini memiliki beberapa sebutan, seperti Cioko, Sembahyang Rebutan, dan Sembahyang Arwah. Dalam kalender lunar Tionghoa, festival ini dirayakan pada tanggal 15 bulan ketujuh. Untuk tahun 2026, Ghost Month akan berlangsung dari 13 Agustus hingga 10 September, dengan puncaknya jatuh pada 27 Agustus.
Selain menjadi latar belakang, kebudayaan ini juga menjadi inti dari cerita yang disajikan. Imam Darto menggabungkan elemen-elemen tradisional ini dengan kisah pencarian identitas yang mendalam. Cerita mengikuti Raka, seorang pemuda yang menemukan bahwa ia adalah seorang anak angkat tanpa identitas yang sah. Rasa ingin tahunya mendorongnya untuk melakukan perjalanan ke Semarang bersama dua sahabatnya, Tintin dan Bobi, dalam usaha untuk menemukan asal-usulnya.
Petualangan yang Tak Terduga
Perjalanan yang awalnya bertujuan untuk mengungkap masa lalu Raka berubah menjadi petualangan yang penuh dengan kejadian tak terduga. Saat mereka tiba di tengah perayaan Hungry Ghost Festival, Raka, Tintin, dan Bobi harus menghadapi serangkaian peristiwa aneh dan mengerikan. Sikap ceroboh mereka membawa dampak besar, dan pencarian identitas yang awalnya sederhana berubah menjadi sebuah petualangan yang penuh kekacauan.
- Perayaan yang meriah dan penuh ritual
- Keberadaan teror supranatural yang menghantui mereka
- Pelanggaran terhadap berbagai pantangan yang ada selama Ghost Month
- Konflik antara tradisi dan realitas
- Pengalaman menggelikan yang dihadapi oleh karakter utama
Situasi semakin rumit saat ketiga sahabat ini secara tidak sengaja melanggar sejumlah kepercayaan dan pantangan yang ada selama bulan hantu. Hal-hal yang awalnya dianggap mitos atau cerita belaka mulai terasa sangat nyata ketika teror supranatural mulai menghampiri mereka. Dengan cara ini, film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya memahami dan menghormati tradisi.
Tradisi Sebagai Bagian dari Cerita
Hungry Ghost Festival tidak hanya sekadar menyajikan kisah horor komedi, tetapi juga merayakan budaya Tionghoa-Indonesia yang kaya. Kehadiran unsur-unsur tradisi diharapkan dapat memberikan penonton kesempatan untuk tidak hanya menikmati alur cerita, tetapi juga mengenali dan menghargai keragaman budaya yang ada di Indonesia.
Film ini juga menampilkan sejumlah aktor berbakat lainnya, seperti Augie Fantinus, Sarah Beatrix, Jenny Zhang, Rizky Inggar, Oka Sugawa, Alvin Adam, Arla Ailani, Arvino Ramadhan, dan Ali Mensan. Keberagaman para pemeran ini mencerminkan semangat kolaborasi dan sinergi dalam menciptakan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
Menanti Tanggal Tayang
Penggemar film horor komedi dapat menantikan penayangan Hungry Ghost Festival yang dijadwalkan serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 26 November 2026. Dengan kombinasi antara humor, misteri, dan nuansa supranatural, film ini diharapkan akan menjadi salah satu tontonan yang menarik dan menghibur di akhir tahun.
Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi yang diangkat, diharapkan penonton tidak hanya merasa terhibur, tetapi juga teredukasi tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Hungry Ghost Festival menjadi bukti bahwa film Indonesia dapat mengeksplorasi tema-tema yang kaya dan beragam, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
➡️ Baca Juga: Mengungkap Penyebab Langit Merah Darah di Australia Barat dan Dampaknya
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Meningkatkan Rangking Google Melalui Kunjungan ke SMAN 34 Jakarta untuk Menjangkau Generasi Z




