Kemenperin Pertahankan Keberlanjutan Industri Agro di Tengah Gejolak Global

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa sektor industri agro di Indonesia, terutama dalam bidang makanan dan minuman (mamin), tetap berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan produksinya meskipun ada tantangan dari fluktuasi harga bahan baku global, seperti plastik. Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan alternatif bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan guna meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Momentum Geopolitik sebagai Peluang
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menilai bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat industri kemasan yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri dalam menghadapi tantangan global.
Strategi dalam Menghadapi Gejolak Global
“Industri makanan dan minuman merupakan pengguna utama produk plastik dalam berbagai aplikasi kemasan. Kami melihat situasi di Timur Tengah ini sebagai kesempatan untuk mengoptimalkan efisiensi dan mempercepat pengembangan inovasi kemasan yang lebih berkelanjutan,” ungkap Putu di Jakarta, Selasa (21/4).
Diversifikasi Material Kemasan
Putu menambahkan bahwa pelaku industri telah mulai berinovasi dengan mendiversifikasi material kemasan mereka. Mereka kini memanfaatkan berbagai bahan seperti kertas, kaca, logam, dan plastik daur ulang, termasuk recycled PET (rPET). Khususnya untuk kemasan berbahan dasar kertas, Kemenperin berpendapat bahwa industri pulp dan kertas nasional sudah memiliki dasar yang kuat untuk mendukung transisi kemasan yang lebih berkelanjutan.
Potensi Industri Pulp dan Kertas
Dengan proyeksi pada tahun 2025, sektor ini akan didukung oleh 113 perusahaan dengan kapasitas produksi pulp yang mencapai 14,48 juta ton per tahun dan kertas sebanyak 25,37 juta ton per tahun. Nilai ekspor dari industri ini diperkirakan mencapai USD 8,2 miliar, dan sektor ini juga menyerap sekitar 1,48 juta tenaga kerja.
Pengembangan Kemasan Aseptik
Putu menjelaskan bahwa potensi kemasan berbasis kertas sangat besar, terutama untuk sektor ritel, industri makanan dan minuman, e-commerce, serta logistik. Kemenperin saat ini juga fokus pada pengembangan kemasan aseptik yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok dingin (cold chain). Ke depan, inovasi seperti barrier paper, paper bottle, nano-cellulose coating, dan active paper packaging perlu terus ditingkatkan melalui riset dan investasi.
Inovasi dalam Bioplastik
Selain itu, Kemenperin juga memberikan dorongan untuk pengembangan bioplastik yang berasal dari bahan hayati, seperti singkong dan rumput laut. Beberapa pelaku industri di dalam negeri telah mulai memproduksi kemasan ramah lingkungan yang berbasis pati singkong dan kemasan berbasis rumput laut. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri ini karena merupakan salah satu produsen utama ubi kayu dan rumput laut di dunia.
Data Kapasitas Industri Bioplastik
Putu menyebutkan bahwa saat ini terdapat beberapa pemain di sektor bioplastik yang menggunakan bahan baku ubi kayu dan rumput laut. Berdasarkan data dari SIINas, total kapasitas untuk industri bioplastik berbahan baku ubi kayu mencapai 8 ribu ton per tahun, sedangkan kapasitas untuk bahan baku rumput laut hanya 28 ton per tahun.
Strategi Kebijakan Kemenperin
Kemenperin terus memantau perkembangan tren global dan berkomitmen untuk memperkuat struktur industri nasional. Fokus utama dari kebijakan pemerintah adalah memperkuat diversifikasi bahan baku, meningkatkan industri hulu, serta memperluas variasi produk kemasan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan industri agro Indonesia dapat lebih tangguh dalam menghadapi gejolak eksternal yang mungkin terjadi.
Langkah-langkah untuk Keberlanjutan
Beberapa langkah yang diambil oleh Kemenperin dalam mendukung keberlanjutan industri agro di tengah gejolak global meliputi:
- Peningkatan efisiensi penggunaan bahan baku.
- Inovasi dalam pengembangan kemasan ramah lingkungan.
- Diversifikasi jenis produk kemasan.
- Peningkatan kapasitas produksi industri pulp dan kertas.
- Pengembangan kemasan berbasis bioplastik.
Dengan komitmen yang kuat dan berbagai langkah strategis, Kemenperin berupaya untuk memastikan bahwa keberlanjutan industri agro tetap terjaga, meskipun di tengah tantangan yang ada. Inovasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar global menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Memanfaatkan Saham Blue Chip Demi Keuntungan Jangka Panjang
➡️ Baca Juga: Kemendag Diharapkan Responsif Terhadap Penetapan HS Code untuk Gambir di Sumbar



