Anthony Ginting Melaju ke 16 Besar Orleans Masters, Ubed Tersisih, Amri/Nita Kembali Bangkit

ORLEANS — Dalam perhelatan Orleans Masters 2026, dua wakil tunggal putra Indonesia menunjukkan hasil yang kontras. Anthony Sinisuka Ginting berhasil melaju dengan percaya diri ke babak kedua, sedangkan Moh Zaki Ubaidillah harus mengakhiri perjalanan turnamennya lebih awal.
Anthony Ginting Tampil Mengesankan
Bertanding di Palais des Sports, Prancis, pada Rabu (18/3) malam waktu setempat, Ginting menunjukkan performa yang sangat baik saat berhadapan dengan wakil Taiwan, Liao Jhuo-Fu. Ia berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 22-20, 21-5 dalam dua gim langsung. Mantan peringkat dua dunia ini menunjukkan kemampuannya yang mumpuni, meskipun sempat mendapat perlawanan ketat pada gim pertama.
Pada gim pembuka, pertandingan berlangsung sengit. Kedua pemain saling beradu strategi, dan skor imbang bertahan hingga 10-10. Di saat Liao sempat mengambil keunggulan tipis, Ginting segera merespons dengan permainan ofensif yang agresif, memaksa skor menjadi deuce. Dalam situasi krusial ketika lawan mencapai game point 20-19, Ginting berhasil meraih tiga poin berturut-turut untuk mengamankan gim pertama.
Dominasi Ginting di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Ginting menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan. Ia langsung melesat unggul 11-2 pada interval dan terus memberikan tekanan hingga menutup laga dengan kemenangan yang meyakinkan. Hasil positif ini mengantarkan juara Asia itu untuk bergabung dengan enam wakil Indonesia lainnya ke babak kedua turnamen Super 300 ini.
Kisah Berbeda untuk Moh Zaki Ubaidillah
Berbeda dengan Ginting, Moh Zaki Ubaidillah tidak dapat mengimbangi permainan agresif dari wakil Jepang, Yushi Tanaka. Awalnya, Ubaidillah menunjukkan potensi baik hingga skor 4-4. Namun, setelah jeda pada gim pertama, ia kehilangan ritme permainan dan tertinggal jauh dengan skor 9-14.
Sejumlah kesalahan yang dilakukan sendiri membuat Tanaka mudah mengamankan gim pembuka dengan skor 21-12. Pada gim kedua, Ubaidillah kembali menghadapi tekanan. Meskipun berusaha bangkit, ia tertinggal lima poin pada interval dan akhirnya harus menyerah setelah Tanaka memastikan kemenangan dengan dua gim langsung.
Amri/Nita Kembali Bangkit di Ganda Campuran
Di sektor ganda campuran, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil memastikan langkah mereka ke babak 16 besar setelah melalui pertarungan ketat melawan pasangan Thailand, Phuwanat Horbanluekit/Benyapa Aimsaard, dengan skor 17-21, 21-18, 21-16.
Amri dan Nita sempat berada dalam tekanan setelah kehilangan gim pertama. Namun, mereka mampu bangkit dan bermain lebih agresif di gim kedua untuk memaksakan permainan rubber. Pada gim penentuan, meski sempat tertinggal 7-10, mereka menunjukkan ketenangan dan keberanian, akhirnya membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-16.
Persiapan Melawan Pasangan Belanda
Di babak 16 besar, Amri/Nita akan berhadapan dengan pasangan Belanda, Brian Wassink/Debora Jille. Saat ini, Indonesia memiliki dua wakil di sektor ganda campuran setelah sebelumnya Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana lebih dahulu maju ke babak ini.
Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Mereka harus tersingkir di babak pertama setelah mengalami kekalahan dari ganda Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, dalam tiga gim yang berakhir dengan skor 24-26, 21-14, 13-21.
Analisis Performa Pemain Indonesia
Melihat performa dari Anthony Ginting yang berhasil melaju ke babak 16 besar Orleans Masters, kita dapat menarik beberapa kesimpulan. Ginting menunjukkan kematangan dalam bermain, terutama saat menghadapi tekanan. Dia mampu mengubah situasi kritis menjadi keuntungan dengan ketenangan dan pengalaman yang dimilikinya.
Di sisi lain, kegagalan Ubaidillah mengeksplorasi potensi terbaiknya menunjukkan bahwa tekanan dalam pertandingan dapat mempengaruhi hasil secara signifikan. Ini adalah pelajaran penting bagi para atlet muda untuk terus belajar dan beradaptasi dengan situasi di lapangan.
Strategi dan Persiapan Ganda Campuran
Untuk pasangan Amri dan Nita, keberhasilan mereka menjadi sorotan. Kemenangan melalui rubber game menunjukkan bahwa mereka memiliki mental juara dan kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit. Kekuatan mental dan strategi permainan yang terencana menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menghadapi lawan yang lebih kuat.
- Mental yang kuat dan ketenangan saat menghadapi tekanan.
- Pemahaman strategi permainan yang baik.
- Kerjasama tim yang solid antar pasangan.
- Pengalaman di turnamen sebelumnya sebagai modal berharga.
- Kemampuan untuk beradaptasi dengan permainan lawan.
Dengan hasil-hasil yang didapat, para pemain Indonesia menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Diharapkan, performa baik dari Ginting dan Amri/Nita dapat memotivasi rekan-rekan mereka yang lain dalam turnamen ini dan mendatang.
Harapan untuk Turnamen Selanjutnya
Melihat hasil yang diraih dalam Orleans Masters 2026, ada harapan besar bagi skuad Indonesia untuk terus melaju dan mencatatkan prestasi lebih baik di turnamen berikutnya. Dengan dua wakil di babak 16 besar, Indonesia menunjukkan bahwa mereka memiliki kekuatan di sektor ganda campuran dan tunggal putra.
Keberhasilan Ginting menjadi sorotan utama, namun penting juga untuk memperhatikan perkembangan pemain muda seperti Ubaidillah untuk masa depan. Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa di masa mendatang.
Dengan turnamen yang masih berlangsung, semua mata kini tertuju pada langkah-langkah selanjutnya dari para pemain Indonesia. Apakah mereka dapat menjaga momentum yang ada dan terus berjuang untuk meraih kemenangan? Kita tunggu hasilnya di pertandingan-pertandingan berikutnya.
➡️ Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain Terbaik untuk Piala AFF Futsal 2026
➡️ Baca Juga: Elias Dolah dan Mitsuru Maruoka Resmi Tinggalkan Bali United



