Polri Persiapkan Kapal Patroli dan Ambulans Udara untuk Menjamin Kelancaran Arus Mudik Idul Fitri 2026

Mengantisipasi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri Komjen Pol Karyoto mengungkapkan bahwa Polri telah menyiapkan sejumlah Alat Material Khusus (Almatsus). Almatsus tersebut meliputi ambulans udara dan kapal patroli yang akan ditempatkan di lokasi strategis untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.
Pelaksanaan Satgas Bantuan Operasi Korpolairud
Komjen Pol Karyoto mengungkapkan bahwa penyiapan Almatsus tersebut merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2026. Dia menjelaskan, “Dalam Operasi Ketupat 2026, Satgas Bantuan Operasi Korpolairud Baharkam Polri akan melibatkan bantuan udara dan laut.” Karyoto mengungkapkan ini dalam pertemuan di Komisi III DPR RI, Jakarta, pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2026.
Respon Medis Cepat dari Bantuan Udara
Polri menempatkan dua unit ambulans udara jenis Helikopter NBO 105 di area Kalikangkung, Semarang, dan rest area Km 29. Tujuan utama penempatan ini adalah untuk memberikan respon medis dengan cepat. Karyoto menjelaskan, “Dua unit ambulans udara. Helikopter NBO 105 siap di area Kalikangkung, Semarang dan rest area Km 29.” Dia menambahkan bahwa ambulans udara tersebut dilengkapi dengan standar keselamatan penerbangan dan peralatan medis udara.
Penggunaan Helikopter untuk Evakuasi Darurat
Helikopter ini akan digunakan untuk mengevakuasi korban dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan selama arus mudik dan balik. Karyoto menegaskan, “Heli akan digunakan untuk mengevakuasi korban dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri serta memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman merayakan momen Hari Raya Idul Fitri.”
Armada Lainnya yang Disiapkan
Selain ambulans udara, Polri juga telah menyiapkan satu unit pesawat Beechcraft, tiga unit helikopter AW 169, dan satu unit helikopter Dauphin AS 365N3. Seluruhnya akan siaga di Markas Komando (Mako) Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara). Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 akan melibatkan enam helikopter dan satu pesawat udara, dengan 47 personel yang berstatus on call dan standby di Mako Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri.
Kesiapan Pengamanan Jalur Laut
Untuk pengamanan perairan, dua kapal patroli utama telah disiapkan oleh Baharkam Polri. Kapal Gelatik 5016 akan bersiaga di Pelabuhan Merak, Banten, sementara Kapal Bima 7105 akan berada di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Karyoto menegaskan, “Pelaksanaan operasi ketupat 2026 melibatkan 2 kapal patroli,” ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan jalur laut.
Perkuatan Pengamanan di Tingkat Polda
Tak hanya di pusat, Baharkam Polri juga mengerahkan perbantuan pesawat dan kapal di jajaran polda. Sebanyak 10 unit pesawat telah dikerahkan Ditpoludara untuk mendukung operasi di berbagai polda. Sementara itu, Ditpolair Baharkam Polri memberikan perkuatan imbangan kapal polisi yang sedang melaksanakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah polda. Sebanyak 35 kapal polisi disiapkan untuk memperkuat pengamanan perairan di daerah.
Informasi lengkap mengenai kesiapan Polri dalam Operasi Ketupat 2026 disampaikan melalui pernyataan resmi Komjen Pol Karyoto di ruang Rapat Komisi III DPR RI pada Rabu, 11 Maret 2026. Dengan persiapan tersebut, diharapkan arus mudik Idul Fitri 2026 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.
➡️ Baca Juga: Hasil Liga Champions: PSG Benamkan Chelsea 5-2 di Stadion Parc des Princes
➡️ Baca Juga: Jatim Park Buka Suara soal Pengunjung Jatuh dari Wahana




