Update Wilayah Rawan Longsor Jakarta Maret 2026: Lokasi, Penyebab, dan Cara Mitigasi
— Paragraf 1 —
JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah ibu kota selama Maret 2026. Peringatan ini disampaikan berdasarkan peta potensi gerakan tanah yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
— Paragraf 2 —
Dalam peta tersebut, sebagian wilayah Jakarta tercatat memiliki potensi gerakan tanah dengan kategori menengah. Kondisi ini dapat terjadi terutama ketika curah hujan meningkat di atas normal, khususnya di kawasan yang memiliki lereng, tebing, atau berada di sekitar aliran sungai.
— Paragraf 3 —
BPBD menjelaskan bahwa daerah dengan potensi gerakan tanah menengah berpeluang mengalami longsor saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu lama. Risiko tersebut biasanya meningkat pada kawasan yang berada di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang stabilitas tanahnya terganggu.
— Paragraf 4 —
Sejumlah kecamatan di Jakarta Selatan tercatat masuk dalam kategori wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Berikut daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
— Paragraf 6 —
Kecamatan Cilandak termasuk wilayah yang memiliki potensi gerakan tanah menengah menurut pemetaan PVMBG. Kondisi ini dapat meningkat ketika curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama.
— Paragraf 8 —
Jagakarsa juga masuk dalam daftar wilayah dengan risiko gerakan tanah menengah. Kawasan ini memiliki sejumlah area yang berada di sekitar aliran sungai dan lereng.
— Paragraf 10 —
Wilayah Kebayoran Baru turut tercatat dalam peta potensi gerakan tanah menengah. Kondisi tanah dapat menjadi tidak stabil ketika terjadi akumulasi air hujan di dalam tanah.
— Paragraf 12 —
Beberapa area di Kebayoran Lama memiliki karakteristik tanah yang berpotensi mengalami pergerakan. Risiko ini meningkat terutama pada kawasan yang memiliki kemiringan tanah tertentu.
— Paragraf 14 —
Mampang Prapatan juga masuk dalam kategori wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Warga di wilayah ini diminta meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi.
— Paragraf 16 —
Kecamatan Pasar Minggu tercatat memiliki potensi pergerakan tanah terutama di area yang berada dekat lembah sungai. Kondisi ini dapat memicu longsor jika curah hujan meningkat.
— Paragraf 18 —
Pesanggrahan juga termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Daerah yang berada di sekitar tebing atau lereng menjadi titik yang perlu diwaspadai.
— Paragraf 19 —
Selain wilayah Jakarta Selatan, potensi serupa juga ditemukan di beberapa kawasan Jakarta Timur. Dua kecamatan yang tercatat memiliki risiko gerakan tanah menengah berada di wilayah tersebut.
— Paragraf 21 —
Kramat Jati masuk dalam daftar wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah. Risiko longsor dapat meningkat ketika hujan deras terjadi dalam waktu lama.
— Paragraf 23 —
Pasar Rebo juga termasuk wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah. Kawasan ini memiliki beberapa area yang berdekatan dengan aliran sungai dan lereng tanah.
➡️ Baca Juga: Lanud Sultan Hasanuddin Adakan Bazar Ramadan TNI Serentak Menjelang Idul Fitri
➡️ Baca Juga: Dentons Global CEO dan Wamen ESDM Bahas Solusi Perang Tarif

