9 Tradisi Lebaran Unik di Indonesia: Dari Perang Ketupat hingga Meriam Karbit

Setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa Ramadan, masyarakat muslim di Indonesia bersiap untuk merayakan hari kemenangan, yaitu Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Lebaran di Indonesia bukan hanya dipandang sebagai hari kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga sebagai waktu berkumpul bersama keluarga dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Di banyak wilayah di Indonesia, perayaan Lebaran juga ditandai dengan berbagai tradisi unik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tradisi memiliki keunikan dan makna yang mendalam, mulai dari simbol rasa syukur, persaudaraan, hingga doa untuk mendapatkan keberkahan. Selain itu, Lebaran juga dikenal dengan tradisi mudik yang juga mendorong aktivitas ekonomi.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, diperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun 2026. Jumlah tersebut setara dengan 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Tradisi mudik ini bukan hanya sekedar perjalanan pulang ke kampung halaman, tetapi juga bagian dari budaya sosial yang memperkuat ikatan keluarga dan menjaga tradisi lokal di setiap daerah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak daerah memiliki ritual dan tradisi lebaran unik yang hanya muncul saat Lebaran tiba.
Berikut beberapa tradisi lebaran unik di Indonesia yang masih dilestarikan masyarakat setempat, baik menjelang maupun setelah Idul Fitri:
Grebeg Syawal – Yogyakarta
Sejak abad ke-16, tradisi Grebeg Syawal telah menjadi bagian dari budaya Keraton Yogyakarta. Dalam tradisi ini, ada tujuh gunungan berisi aneka makanan yang diarak dari keraton. Setelah diarak, gunungan tersebut diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol rasa syukur setelah menjalani Ramadan.
Perang Topat – Nusa Tenggara Barat
Perang Topat adalah tradisi unik yang dilakukan dengan saling melempar ketupat. Tradisi ini melambangkan kerukunan antara umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di daerah tersebut. Ketupat yang digunakan dalam acara ini biasanya diperebutkan kembali setelah acara berakhir karena dipercaya membawa kesuburan bagi pertanian.
Ronjok Sayak – Bengkulu
Tradisi Ronjok Sayak dilakukan dengan membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga mencapai tinggi sekitar satu meter. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun ini menjadi simbol hubungan antara manusia dan leluhur. Ritual Ronjok Sayak biasanya digelar setelah salat Isya pada malam 1 Syawal.
Meugang – Aceh
Di Aceh, masyarakat mengenal tradisi Meugang yang dilakukan menjelang Lebaran. Dalam tradisi ini, hewan seperti sapi atau kambing disembelih, kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Meugang menjadi simbol rasa syukur sekaligus solidaritas sosial.
Rampak Bedug – Banten
Rampak Bedug adalah kesenian tradisional berupa tabuhan bedug yang dimainkan secara bersama-sama sehingga menghasilkan irama khas. Kesenian ini biasa ditampilkan saat perayaan Lebaran.
Tradisi lebaran unik di Indonesia ini tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat setempat dalam merayakan hari kemenangan.
➡️ Baca Juga: 5 Aplikasi “Wajib Hapus” di Android Baru yang Diam-diam Memperlambat Performa & Boros Memori
➡️ Baca Juga: Menteri Pariwisata Tekankan Ekonomi Sirkular Bagi Pariwisata
