Site icon Almuawanahpondokku

Sasirangan: Warisan Persit yang Memperkuat Kemandirian dan Merajut Harapan Bersama

Di balik keberanian dan pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat, terdapat sosok-sosok perempuan yang tak kalah tangguh, yaitu para anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Mereka bukan hanya pendamping setia, tetapi juga terus berkontribusi dalam perkembangan sosial dan ekonomi. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah untuk saling berkumpul, menumbuhkan kreativitas, dan mendorong semangat pemberdayaan perempuan.

Sasirangan: Kain yang Mengandung Sejarah

Salah satu kisah inspiratif yang menggambarkan semangat pemberdayaan tersebut datang dari Kalimantan Selatan. Ny. Eka Agustina Pratiwi, S.E., istri dari Kolonel Czi Burhannudin, S.E., M.Si., telah mengukir jejak budaya yang telah ada dalam keluarganya selama bertahun-tahun. Sebagai putri dari pasangan H. Hasan Hairul dan Hj. Evawani Rosita, ia tumbuh di lingkungan yang mengutamakan kerajinan kain Sasirangan, yang telah ditekuni keluarganya sejak 1984. Kecintaan Ny. Eka terhadap Sasirangan muncul dari akarnya sendiri, berkembang menjadi karya yang merepresentasikan identitas dan sumber penghidupan.

Keindahan dan Makna di Balik Kain Sasirangan

Minat Ny. Eka terhadap Sasirangan tidak hanya didorong oleh hubungan keluarga, melainkan juga oleh keindahan yang terdapat dalam setiap lembar kain tersebut. Setiap motif yang ada pada kain ini memiliki makna dan nilai budaya yang mendalam. Baginya, Sasirangan lebih dari sekadar tekstil tradisional; ia merupakan warisan yang menyimpan cerita, filosofi, dan kebanggaan daerahnya.

Proses Kreatif di Balik Pembuatan Sasirangan

Pembuatan kain Sasirangan memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran yang tinggi. Setiap helai kain dijahit menggunakan teknik jelujur untuk membentuk motif yang unik, dan kemudian melalui proses pewarnaan, sering kali dengan bahan-bahan alami yang menghasilkan corak yang khas. Dari proses yang terperinci tersebut, lahir karya seni yang memiliki nilai tinggi, yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian pria dan wanita, tas, hingga aksesori. Sasirangan tidak hanya mencerminkan simbol budaya, tetapi juga sebagai produk kreatif dengan potensi ekonomi yang signifikan.

Dukungan Organisasi untuk Pemberdayaan Perempuan

Semangat berkarya yang dimiliki Ny. Eka mendapat dukungan kuat dari lingkungan organisasi. Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Uli Simanjuntak, melalui program Persit Bisa, memberikan energi positif untuk pemberdayaan anggota melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kerajinan lokal. Di tingkat Koorcab Pusziad PG Mabesad, dukungan juga diberikan oleh Pembina Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pusziad PG Mabesad, Mayor Jenderal TNI Budi Hariswanto, S.Sos., M.A.P., serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pusziad PG Mabesad, Ny. Prima Budi Hariswanto. Dukungan ini memperkuat perkembangan UMKM Sasirangan Kayuh Baimbai yang dikelola oleh Ny. Eka Burhannudin.

Sasirangan Kayuh Baimbai: Menembus Batasan

Kehadiran Sasirangan Kayuh Baimbai dalam ajang Persit Bisa II merupakan contoh nyata bahwa karya tradisional dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Booth tersebut bukan hanya sebagai tempat promosi produk, tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan bahwa kreativitas anggota Persit dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi keluarga tanpa meninggalkan akar tradisi mereka.

Kisah Inspiratif Ny. Eka

Kisah Ny. Eka merepresentasikan bagaimana pemberdayaan perempuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Dari keterampilan yang diturunkan dalam keluarganya, lahir kreativitas yang kemudian mendorong kemandirian. Dengan dukungan organisasi, keberanian untuk bereksplorasi semakin tumbuh. Dalam konteks ini, Persit bukan hanya berperan sebagai pendamping, tapi juga sebagai penggerak perubahan yang memberikan nilai tambah bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya.

Sasirangan: Lebih dari Sekadar Kain

Pada akhirnya, Sasirangan bukan sekadar selembar kain. Ia merupakan warisan budaya yang sarat akan inspirasi, serta harapan yang dirajut dengan ketelatenan. Melalui karya-karya yang dihasilkan oleh Ny. Eka Burhannudin, tradisi tidak hanya terjaga sebagai kenangan masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan memberikan makna bagi kehidupan masa kini.

➡️ Baca Juga: Siap Sambut, Huawei Mate 80 Pro Segera Hadir di Indonesia: Optimasi SEO untuk Ranking Google Anda

➡️ Baca Juga: Pemerintah Mempercepat Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Mandiri di Indonesia

Exit mobile version