PDC Targetkan Ekspansi Pasar Eksternal dengan Inovasi Bisnis Baru di Tengah Dominasi Pertamina

Ketergantungan PT Patra Drilling Contractor (PDC) pada Pertamina Group sebagai sumber utama pendapatan masih sangat besar, di mana sekitar 80% dari total pendapatan perusahaan berasal dari internal. Rinciannya, 50% diperoleh dari PT PDSI dan 30% dari perusahaan lain yang berada dalam grup Pertamina, sedangkan kontribusi dari pasar non-Pertamina hanya berkisar antara 10 hingga 20%. Kondisi ini mendorong PDC untuk mengambil langkah strategis dalam memperluas jangkauan pasar mereka ke luar ekosistem Pertamina melalui upaya diversifikasi bisnis yang inovatif.
Strategi Diversifikasi untuk Ekspansi Pasar Eksternal
Direktur Utama PDC, Hery Lesmana, menyatakan bahwa terdapat potensi pasar eksternal yang sangat besar untuk dieksplorasi, salah satunya dengan mengembangkan bisnis baru dalam bidang trading OCTG (Oil Country Tubular Goods). Menurut Hery, selama ini PDC hanya berfokus pada penyediaan pipa tubing untuk PT PDSI saat melakukan kegiatan pengeboran, padahal kebutuhan OCTG di dalam Pertamina Group sendiri cukup signifikan. PDC kini tengah berupaya membangun kapabilitas untuk memasuki pasar ini lebih dalam.
Model Bisnis Trading sebagai Solusi Ekspansi
Model bisnis trading dianggap sangat efektif untuk mempenetrasi pasar baru, mengingat tidak memerlukan investasi aset yang besar. Dengan menjalin kerjasama dengan produsen terpercaya, PDC dapat memenuhi permintaan baik dari Pertamina Group maupun dari pasar non-Pertamina. Ini menjadi langkah strategis yang memungkinkan perusahaan untuk memperluas basis pelanggan tanpa harus mengeluarkan modal besar.
Pengembangan Divisi dan Layanan Baru
Selain fokus pada trading OCTG, PDC juga mengembangkan divisi Engineering, Procurement, and Construction (EPC) serta trading produk kimia yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai pendukung proyek internal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat posisi PDC di pasar yang semakin kompetitif.
Pertumbuhan di Sektor Marine
PDC juga mencatat pertumbuhan yang signifikan dalam sektor marine, khususnya dalam penyediaan oil boom untuk penanggulangan tumpahan minyak. Saat ini, fasilitas ini telah dipasang di wilayah Offshore Southeast Sumatra (OSES) dan Patra Niaga di bagian timur serta barat. Hery menjelaskan bahwa setiap perusahaan di sektor minyak dan gas diwajibkan untuk memiliki peralatan yang siap digunakan dalam situasi darurat seperti tumpahan minyak, sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan industri.
Inovasi untuk Daya Saing di Pasar Eksternal
Untuk memperkuat daya saingnya, PDC juga mengedepankan inovasi dalam dekarbonisasi. Salah satu inisiatifnya adalah penerapan teknologi mikroalga di Subang, yang memiliki kapasitas 0,7 EPS dan mampu menekan emisi CO2 hingga hampir 200% dari target yang ditetapkan. Hery menekankan bahwa teknologi ini tidak hanya efektif dalam mengurangi emisi, tetapi juga tidak memerlukan investasi modal yang tinggi, sehingga menjadi pilihan yang menarik untuk implementasi lebih luas.
Replikasi Teknologi untuk Lokasi Lain
Teknologi inovasi ini, yang merupakan hasil kolaborasi antara PDC dan Pertamina, saat ini tengah dalam proses evaluasi bersama PHE dan Pertamina Persero untuk potensi replikasi di lokasi lain. Contoh dari teknologi ini dapat dilihat di lobi kantor PDC di Matraman, di mana terdapat akuarium berwarna hijau sebagai representasi dari inisiatif ini.
Program Dual Fuel dan Efisiensi Energi
PDC juga berencana untuk memulai program dual fuel untuk rig dan peralatan berat sebagai salah satu langkah dalam efisiensi energi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengurangan dampak lingkungan dan pemanfaatan sumber daya energi yang lebih berkelanjutan.
Digitalisasi dan Prinsip ESG dalam Mendukung Ekspansi
Dari sisi pendukung pasar, PDC terus memperkuat digitalisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Digitalisasi digunakan untuk memasarkan produk dan layanan melalui situs web serta marketplace, serta untuk memantau peralatan yang digunakan dalam operasi. Sementara itu, program ESG diimplementasikan melalui inisiatif Malika, yang mengolah minyak jelantah dari catering Food and Lodging Services (FLS) menjadi produk yang bermanfaat dan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
- Peningkatan pendapatan dari pasar non-Pertamina
- Pengembangan bisnis trading OCTG
- Inovasi teknologi untuk dekarbonisasi
- Program dual fuel untuk efisiensi energi
- Digitalisasi untuk pemasaran dan monitoring
Dengan berbagai langkah inovatif ini, PDC berupaya tidak hanya untuk memperluas ekspansi pasar eksternal tetapi juga untuk beradaptasi dengan dinamika industri yang terus berubah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perusahaan dan menjaga relevansi di pasar yang semakin kompetitif.
➡️ Baca Juga: Tiga Aspek Menarik Film The Love Hypothesis yang Mengangkat Trope Kencan Palsu
➡️ Baca Juga: Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi Berpotensi Rugikan Konsumen Rp89 Triliun, Menurut Kepala Bapanas



