Pada tanggal 22 hingga 23 Agustus 2026, Shougang Park di Beijing, China, akan menjadi saksi dari pertarungan sengit dalam ajang FIBA 3×3 Beijing Challenger 2026. Turnamen ini tidak hanya sekadar kompetisi, namun juga merupakan ajang bagi tim-tim elite dari seluruh dunia untuk memperebutkan gelar juara dan tiga tiket menuju FIBA 3×3 World Tour Zaisan 2026. Dengan begitu banyak tim berkualitas yang terlibat, persaingan dipastikan akan sangat ketat dan menarik untuk disaksikan.
Challenger ke-20 dalam Musim 2026
FIBA 3×3 mengumumkan bahwa Beijing Challenger 2026 merupakan yang ke-20 dalam rangkaian musim kompetisi 2026. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi setiap tim yang berpartisipasi untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dalam upaya mereka menuju World Tour Zaisan yang berlangsung di Mongolia pada tanggal 5 hingga 6 September. Tim-tim yang berprestasi di turnamen ini akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat dunia.
Tim Unggulan di Beijing Challenger 2026
Amsterdam Rabobank dari Belanda telah ditetapkan sebagai unggulan utama pada turnamen ini, dengan posisi mereka yang kokoh di peringkat ketiga klasemen FIBA 3×3 World Tour 2026. Dalam perjalanan mereka, mereka akan bertemu dengan Baskets Bonn dari Jerman, yang menempati posisi keempat dan baru saja meraih kemenangan di FIBA 3×3 World Tour Lausanne 2026 yang berlangsung di Swiss.
- Amsterdam Rabobank (Belanda) – Unggulan pertama
- Baskets Bonn (Jerman) – Peringkat keempat
- Ulaanbaatar MMC Energy (Mongolia) – Kandidat kuat
- Shanghai (China) – Anggota elit
- Raudondvaris Hoptrans (Lithuania) – Tim berpengalaman
Selain itu, Ulaanbaatar MMC Energy dari Mongolia dan Shanghai dari China juga menjadi kandidat kuat untuk merebut gelar juara. Tim-tim lain yang patut diperhatikan adalah Raudondvaris Hoptrans dari Lithuania, Toronto dari Kanada, Hangzhou Jingwei dari China, dan Crvena Zvezda dari Serbia, yang semuanya memiliki potensi untuk memberikan kejutan.
Pemain Kunci yang Harus Diperhatikan
Dalam ajang ini, kehadiran pemain-pemain berpengalaman akan menambah daya tarik kompetisi. Worthy de Jong, yang membela Amsterdam Rabobank, adalah salah satu pemain yang sangat diperhitungkan. Begitu pula Ignas Vaitkus dari Raudondvaris Hoptrans dan Nauris Miezis yang menjadi pengatur serangan untuk MMC Energy.
- Worthy de Jong (Amsterdam Rabobank) – Pemain kunci
- Ignas Vaitkus (Raudondvaris Hoptrans) – Kekuatan tambahan
- Nauris Miezis (Ulaanbaatar MMC Energy) – Pengatur serangan
- Fabian Giessmann (Bonn) – Andalan tim
- Westher Molteni (Toronto) – Bintang muda
Bonn juga memiliki Fabian Giessmann sebagai andalan, sementara Toronto akan mengandalkan Westher Molteni untuk membantu mereka meraih kemenangan. Dengan kombinasi pemain-pemain berpengalaman dan muda, setiap tim siap untuk memberikan yang terbaik di lapangan.
Format Pertandingan
Turnamen ini akan mengikuti format Challenger yang terdiri dari beberapa tahap. Terdapat babak kualifikasi, babak utama, dan fase gugur, yang memberikan kesempatan bagi setiap tim untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Babak Kualifikasi
Pada tahap awal ini, beberapa tim akan berjuang dalam babak kualifikasi. Terdapat dua grup yang dibentuk, yaitu Grup A dan Grup B, di mana setiap grup akan memperebutkan satu tiket untuk melaju ke babak utama.
- Grup A: Princeton, Shinagawa City EXE, Beijing
- Grup B: Xi’an, Sansar M Bank, Seoul ISU
Para peserta dalam grup ini akan berusaha keras untuk meraih posisi teratas agar bisa melanjutkan ke babak selanjutnya. Setiap pertandingan akan menjadi langkah penting untuk tim yang ingin menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional.
Babak Utama dan Fase Gugur
Setelah babak kualifikasi, tim-tim yang berhasil akan melanjutkan ke babak utama. Amsterdam Rabobank, Crvena Zvezda, dan Shijingshan YUFE akan bersaing dalam Grup A, sedangkan Raudondvaris Hoptrans, Hangzhou Jingwei, dan Toa Baja Xtravit akan berada di Grup B.
Di Grup C, Ulaanbaatar MMC Energy dan Shanghai akan menunggu pemenang dari babak kualifikasi Grup A. Sementara itu, Baskets Bonn dan Toronto juga akan menanti hasil dari babak kualifikasi Grup B untuk menentukan lawan mereka. Setiap tim harus berjuang keras untuk memastikan tempat mereka di fase gugur, yang akan menjadi penentu siapa yang akan merebut gelar juara.
Seri Challenger dan Jalur Menuju World Tour
FIBA menyatakan bahwa seri Challenger adalah bagian dari Pro Circuit yang dirancang untuk memberikan jalur bagi tim yang ingin berpartisipasi dalam World Tour. Dengan adanya turnamen seperti Beijing Challenger ini, tim-tim dari berbagai belahan dunia memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas permainan mereka dan membangun reputasi di kancah internasional.
FIBA 3×3 Beijing Challenger 2026 menjanjikan pertandingan yang penuh emosi dan semangat kompetisi. Dengan tim-tim unggulan dan pemain-pemain berbakat yang terlibat, turnamen ini bukan hanya sekadar ajang untuk memperebutkan gelar, tetapi juga merupakan platform untuk memperkuat posisi FIBA 3×3 dalam olahraga basket global.
➡️ Baca Juga: Pencurian Besi JPO Daan Mogot, Polisi Cari Pelaku
➡️ Baca Juga: Harga Bahan Baku Plastik di Bandung Meningkat Tajam Akibat Konflik Global

