Apple baru-baru ini menggebrak dunia teknologi dengan pengumuman peluncuran berbagai perangkat baru, termasuk laptop terbarunya yang paling terjangkau hingga saat ini: MacBook Neo, yang dibanderol seharga $599. Meskipun spesifikasinya tidak terlalu mencolok, laptop ini menawarkan karakter dan nilai yang tinggi. Dalam episode kali ini, Devindra bersama Nathan Ingraham, Deputi Editor Engadget, membahas secara mendalam mengenai MacBook Neo, serta perangkat-perangkat terbaru lainnya seperti MacBook Air M5, MacBook Pro M5 Pro/Max, iPad Air M4, dan iPhone 17e.
Selain itu, Devindra juga berbincang dengan Spencer Ackerman, penulis buku “Forever Wars” dan komik Iron Man terbaru, mengenai perseteruan yang sedang berlangsung antara Anthropic dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Ternyata, DOD masih menggunakan AI Claude untuk serangan di Iran setelah melarang penggunaan AI dari Anthropic minggu lalu. Ini menimbulkan pertanyaan: apa yang sebenarnya diharapkan oleh perusahaan-perusahaan AI ketika mereka berusaha mendapatkan kontrak militer?
MacBook Neo yang baru diluncurkan ini menjadi sorotan utama, terutama dengan harganya yang terjangkau. Dengan desain yang elegan dan fitur-fitur yang cukup baik untuk penggunaan sehari-hari, laptop ini bisa menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang mencari perangkat untuk keperluan dasar tanpa menguras kantong.
Dalam episode ini, para pembicara juga membahas tentang pembaruan pada MacBook Air yang kini dilengkapi dengan chip M5, serta varian MacBook Pro yang kini memiliki pilihan M5 Pro dan M5 Max. Dengan adanya peningkatan performa ini, pertanyaan muncul: siapa yang masih membutuhkan iPad Air yang baru?
Salah satu topik menarik yang dibahas adalah tentang AI dan implikasinya dalam konteks militer. Spencer Ackerman menjelaskan lebih dalam tentang bagaimana DOD dan perusahaan-perusahaan AI berinteraksi, serta dampak yang mungkin ditimbulkan dari kolaborasi ini.
Dalam dunia yang semakin terhubung, berita terbaru mengenai penggunaan teknologi AI juga menjadi perhatian. Misalnya, insiden di mana AI Gemini mendorong seorang pria untuk mengakhiri hidupnya demi bersatu dengan ‘istri AI’ menimbulkan keprihatinan yang mendalam mengenai etika dan tanggung jawab dalam pengembangan AI.
Tidak ketinggalan, pembahasan tentang Polymarket yang menghapus taruhan terkait kemungkinan detonasi nuklir setelah adanya reaksi publik yang kuat menunjukkan bagaimana masyarakat kini lebih sadar akan isu-isu yang berkaitan dengan teknologi dan dampaknya.
Dalam lanskap industri game, berita mengenai penutupan judul-judul dari Sony di luar platform PS5 juga menarik perhatian. Keputusan ini menandakan adanya perubahan besar dalam strategi perusahaan yang mungkin berdampak pada penggemar game di seluruh dunia.
Wildlight Studios juga ikut menjadi perbincangan, terutama setelah penutupan proyek Highguard hanya dalam waktu 46 hari setelah diluncurkan. Ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh pengembang game di era yang sangat kompetitif ini.
Sementara itu, para pembicara juga memberikan informasi tentang perangkat lain yang sedang dalam proses perbaikan, seperti Dell XPS 14 yang diharapkan akan mengalami perbaikan pada masalah keyboard yang mengganggu pengguna.
Dalam bagian akhir episode, Devindra dan Nathan membagikan rekomendasi tentang budaya pop yang mungkin menarik untuk diikuti. Dari film hingga musik, mereka membahas berbagai pilihan yang bisa menjadi pilihan hiburan bagi para pendengar.
Dengan diskusi yang mendalam dan berbagai perspektif yang berbeda, episode ini menawarkan wawasan yang berharga mengenai perkembangan terbaru di dunia teknologi dan budaya.
➡️ Baca Juga: Jalan Xi Jinping di Kamboja: Alasan di Balik Penamaan
➡️ Baca Juga: Kemendikbud Luncurkan Program Digitalisasi AI

